Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

UMS Gelar Workshop Hadapi Dinamika Pembelajaran di Ponpes

Damianus Bram • Selasa, 2 Januari 2024 | 17:03 WIB
PEMAPARAN: Workshop di Ponpes Baitul Arqam Nogosari, Selasa (26/12).
PEMAPARAN: Workshop di Ponpes Baitul Arqam Nogosari, Selasa (26/12).

RADARBOYOLALI.COM  Muhammadiyah terus meningkatkan kompetensi guru dalam hal inovasi pembelajaran di pondok pesantren (ponpes).

Seperti dilakukan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dengan menggelar Workshop Inovasi Pembelajaran Berkemajuan di Ponpes Baitul Arqam Nogosari, Boyolali, Selasa (26/12).

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali.

Ketua Lembaga Pengembangan Pondok Muhammadiyah( LP2M) Ahmad Nurrohim menjelaskan, ponpes Muhammadiyah di Boyolali sangat beragam.

Baik beragam fokus ilmu, manajemen, hingga pendekatan pembelajarannya. 

“Tetapi di tengah keberagaman itu, kami memiliki visi yang sama. Menuju kemajuan pendidikan Muhammadiyah yang unggul. Maka untuk menuju visi bersama itu, kegiatan ini sangat penting diikuti. Bila perlu menjadi agenda tahunan yang rutin dilaksanakan,” kata Ahmad.

Ahmad menambahkan, kegiatan ini selain meningkatkan kapasitas guru dalam mengajar, juga sebagai sarana atau forum pertemuan antarguru ponpes Muhammadiyah se Boyolali.

Implikasinya diharapkan akan melahirkan ide-ide baru dalam membangun ponpes Muhammadiyah.

Kegiatan diikuti 29 guru pesantren Muhammadiyah. Mereka dari delapan ponpes Muhammadiyah,” imbuhnya.

Ketua pelaksana kegiatan yang juga dosen UMS Dartim Ibnu Rushd membeberkan, kegiatan ini adalah bentuk refleksi atas dinamika di ponpes Muhammadiyah. 

Karena ponpes selalu identik dengan pendidikan Islam yang tradisional.

“Jika mengikuti paradigma itu, maka tidak sesuai dengan semangat berkemajuan yang selama ini didengungkan. Semoga dari kegiatan ini bisa menjadi sarana menularkan semangat berkemajuan. Terutama bagi para guru di ponpes Muhammadiyah,” paparnya.

Sementara itu Direktur Ponpes Baitul Arqam Ustad Estu menjabarkan, kegiatan ini diharapan melahirkan produk-produk tertentu. 

Sekaligus menghasilkan ide dan gagasan baru, terutama terkait metode pembelajaran.

“Jika ada masalah bisa saling sharing. Seperti jika ada masalah komunikasi yang belum jelas antara sekolah dan ponpes, maka di sini bisa menjadi ajang untuk saling menguatkan,” bebernya. (fer)

Editor : Damianus Bram
#Inovasi Pembelajaran #ponpes #Pondok Pesantren #UMS