RADARSOLO.COM- Perkembangan teknologi punya andil dalam kelancaran proses pembelajaran. Namun di sisi lain, memberikan tantangan, khususnya guru madrasah.
Kepala MAN 2 Solo Lanjar Utami menjelaskan, guru madrasah menaruh perhatian lebih terhadap hadirnya teknologi yang berkembang cukup pesat.
Terutama yang berpotensi menggerus karakter dan nilai-nilai spiritualitas siswa.
“Tantangannya adalah perkembangan teknologi digital. Anak-anak di masa sekarang dengan perkembangan teknologi, mereka lebih cepat menyerap,” ujar Lanjar.
“Selain itu, anak-anak akan lebih bahagia dengan gadget daripada berinteraksi langsung dengan orang lain,” imbuhnya.
Nah, menghadapi tantangan tersebut, salah satunya dengan memperkuat karakteristik dan nilai-nilai spiritualitas siswa.
“Karakter, keimanan, dan ukhuwah anak-anak harus dikuatkan. Itu kuncinya. Karena agama tidak sekadar mengatur ibadah atau hubungan manusia dengan Allah SWT. Tetapi juga manusia dengan manusia,” beber Lanjar.
Setali tiga uang, Kepala MAN 1 Solo Budiyono menganggap teknologi sebagai tantangan berat bagi para tenaga pendidik.
“Perubahan yang sangat cepat, era keterbukaan, dan informasi yang masif kadang bisa mengikis nilai-nilai spiritual. Termasuk nilai-nilai sosial dan kemanusiaan anak-anak,” papar Budiyono.
Para pengajar di madrasah, lanjut Budiyono, harus selalu mengedukasi siswa tentang pentingnya moderasi beragama.
“Karena penanaman nilai-nilai agama akan menghindarkan para siswa terbawa arus teknologi yang negatif,” ujarnya. (zia/fer)
Editor : Tri Wahyu Cahyono