RADARSOLO.COM – Sub pekan imunisasi nasional (PIN) polio digelar serentak 15-20 Januari di Kota Solo. Kegiatan ini menyasar 50.115 anak usia 0-7 tahun.
Dari jumlah tersebut, juga terdapat anak usia TK/PAUD, dan sekolah dasar (SD) yang divaksin polio.
Hadirnya vaksinasi polio mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo.
Sekretaris Disdik Kota Solo Abdul Haris Alamsah menjelaskan, hadirnya sub PIN polio akan menambah kekebalan tubuh anak-anak di Kota Bengawan. Setelah ada temuan kasus polio di Kabupaten Klaten, belum lama ini.
“Disdik sangat mendukung adanya imunisasi polio. Sehingga anak-anak memiliki kekebalan terhadap polio. Harapannya anak Indonesia menjadi sehat dan kuat,” kata Haris, kemarin (16/1).
Vaksinasi polio digelar di posyandu, PAUD, SD, madrasah ibtidaiyah (MI), termasuk pos PIN di Kota Bengawan. Di antaranya digelar di SDN 2 Prawit dan SDN Nusukan No.44 Solo.
Karena digelar di satuan pendidikan, disdik mengklaim tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Imunisasi polio hanya diikuti siswa kelas I yang usianya 7 tahun. Jadi mekanismenya anak-anak didampingi orang tuanya saat imunisasi. Ada ruangannya sendiri di sekolah, jadi tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” imbuh Haris.
Sementara itu, Tenaga Kesehatan Puskesmas Nusukan Yan Setyaningrum mengaku imunisasi polio sangat diperlukan anak usia 0-7 tahun. Meski penyakit polio tidak bisa disembuhkan, akan tetapi bisa dicegah. “Imunisasi dengan ditetes dua kali ke mulut,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala SDN Nusukan No. 44 Atik Dwi Astuti mengapresiasi giat imunisasi polio tersebut. Selain itu, imunisasi juga sudah mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa.
“Kami menginginkan anak-anak sehat. Karena anak yang sehat belajarnya lebih nyaman. Sejauh ini tidak ada penolakan dari orang tua, semuanya mendukung,” beber Atik. (zia/fer)
Editor : Damianus Bram