RADARSOLO.COM- Keputusan Jamal Wiwoho mundur dari kursi rektor UNS cukup mengejutkan. Mengingat selama ini, nama Jamal Wiwoho didang pendidikan tinggi, nama Jamal Wiwoho cukup diperhitungkan. Menduduki sejumlah jabatan strategis.
Jamal Wiwoho pun semakin bangga karena dia dilahirkan di lereng Gunung Merapi tapi bisa membuktikan kualitasnya.
“Saya itu anak desa dari lereng Gunung Merapi. Tapi Alhamdulillah bisa menjadi Irjen, Rektor UNS, hingga ketua MRPTNI (Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia),” jelasnya, Senin (8/11/2021) seperti dikutip dari https://uns.ac.id.
Ya, Senin siang itu, di rumah pribadinya, Jamal Wiwoho tampak bahagia. Dikelilingi orang-orang tercinta, dan jajaran petinggi UNS dalam peluncuran empat buku sekaligus.
Buku-buku tersebut sebagai tetenger kesuksesan dan menandai perayaan ulang tahun Jamal Wiwoho ke-60.
Empat buku itu berjudul Media Massa dalam Genggaman, Pembaruan Hukum Indonesia di Era Disrupsi, Bunga Rampai Rektor PTN Indonesia, dan Cahaya Dari Lereng Gunung Merapi.
Diungkapkan Jamal Wiwoho, buku-buku tersebut memiliki kelebihan masing-masing.
Sebut saja Bunga Rampai Rektor PTN Indonesia. Isinya tentang gagasan dari 27 rektor perguruan tinggi negeri se-Indonesia terkait strategi mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan utuh dalam menghadapi era disrupsi.
Jamal Wiwoho ingin buku-bukunya membawa manfaat bagi banyak orang, khususnya sivitas akademika UNS.
“Di usia ke-60 saya, saya ingin memberikan yang terbaik. Mohon maaf bila buku-buku ini barangkali ada kekurangannya,” ucap Prof. Jamal dikutip dari https://uns.ac.id. (wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono