Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Cegah Kasus Bullying, 709 Sekolah di Solo Bentuk TPPK

Damianus Bram • Kamis, 25 Januari 2024 | 19:34 WIB
Ilustrasi bullying
Ilustrasi bullying

RADARSOLO.COM — Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius pemerintah Kota Solo.

Salah satunya dengan membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan (TPPK) di lingkungan pendidikan. Saat ini sudah 80 persen sekolah di Kota Solo yang memiliki tim ini.

Kasi Manajemen dan Peningkatan Mutu SD Disdik Kota Solo Priyono mengatakan, 709 sekolah dari semua jenjang di Kota Solo sudah membentuk TPPK.

Dia menyebut Solo termasuk yang responsif membentuk tim ini. Capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah.

“Ini belum bisa 100 persen. Salah satunya karena beberapa sekolah yang di-regrouping masih tercatat di data pokok pendididikan (dapodik),” katanya.

Dia mencontohkan SDN Kleco 1 masih tercatat di dapodik. Padahal saat ini sekolah tersebut sudah bergabung dengan SDN Kleco 2.

“Untuk jenjang SD hanya empat dari 232 sekolah yang belum membentuk TPPK,” imbuhnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Abdul Haris Alamsah mengapresiasi sekolah-sekolah yang telah melaksanakan mandat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 46 Tahun 2023.

“Untuk sekolah-sekolah yang belum, kami akan panggil dan kumpulkan. Kami akan mengevaluasi dan memberi pendampingan terkait kendala yang dihadapi,” ujar dia.

Dia mendorong sekolah untuk segera mendaftarkan TPPK. Mengingat Kemendikbudristek akan merilis batas akhir pembentukan TPPK untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB paling lambat pada 4 Februari serta jenjang PAUD dan kesetaraan paling lambat pada 4 Agustus tahun ini.

Sebagai informasi, TPPK beranggotakan pendidik, komite sekolah, dan orang tua atau wali berjumlah ganjil minimal tiga orang. Sekolah tidak sekadar membentuk tim, tetapi mulai melakukan tugasnya.

Salah satu tugas TPPK adalah melaksanakan sosialisasi kebijakan dan program terkait pencegahan dan penanganan kekerasan. Hal ini yang dilakukan TPPK SDN Nayu Barat II, Nusukan, Banjarsari.

Kepala SDN Nayu Barat II Wahyu Ratnawati mengatakan, pihaknya sudah menyosialisasikan TPPK ke paguyuban orang tua siswa. Selain itu, sekolahnya juga sudah membuka posko TPPK.

“TPPK juga memberikan pemahaman ke siswa misalnya mengejek teman itu termasuk bullying. Sehingga tidak ada pemberian untuk itu,” kata Wahyu. (zia)

Editor : Damianus Bram
#TPPK #kekerasan #bullying #perundungan #disdik kota solo