RADARSOLO.COM- Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan kemajuan zaman, tantangan dalam mendidik buah hati juga semakin besar.
Sebab itu, PKK Desa Gombang, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten mengintensifkan sosialisasi parenting dan edukasi pola asuh anak.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Gombang, Sabtu (27/1/2024) itu merupakan bagian program kerja PKK.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Gombang Agustina Kusuma menuturkan, parenting dan pola asuh anak yang baik dan benar sangat penting untuk mewujudkan generasi penerus berkualitas.
“Perkembangan teknologi memang memberikan banyak manfaat. Tapi di sisi lain, ada efek samping yang harus diantisipasi,” jelasnya.
Salah satunya membuat anak-anak cenderung mudah menyerah menghadapi kesulitan, karena terbiasa dimudahkan dengan teknologi.
Selain itu, dampak globalisasi juga menimbulkan sejumlah penyimpangan perilaku pada anak.
“Sebab itu, perlu sosialisasi dan edukasi terkait pola asuh anak kepada para kader PKK. Diharapkan dapat diteruskan ke ibu-ibu lainnya,” ungkap Agustina.
Sosialisasi terkait parenting menghadirkan narasumber Noviana Dewi, dosen Psikologi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nasional.
Dalam paparannya, Noviana menyoroti faktor lingkungan sosial yang memengaruhi tumbuh kembang anak.
Meliputi kondisi keluarga, pertemanan dan pergaulan, serta faktor lingkungan fisik yang terdiri dari jajanan baik makanan, minuman.
Berikutnya rokok, alkohol, napza, pencemaran atau polusi, serta tontonan, baik secara langsung dalam kehidupan sehari-hari maupun tontonan dari gadget.
“Semua itu merupakan faktor yang dapat memengaruhi terjadi penyimpangan perilaku pada anak,” ujar Noviana.
Sosialisasi parenting dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Kemudian ditutup dengan saran pengasuhan anak.
Mencakup pentingnya menyediakan makanan rumahan sesuai anjuran Isi Piringku. Terutama untuk pembentukan Neurotransmitter dalam jumlah dan jenis yang cukup.
Itu agar tidak terjadi penyimpangan perilaku pada anak, serta pentingnya menjadi sahabat anak.
Caranya dengan memberikan apresiasi terkait perilaku positif anak agar mereka tidak mencari validasi dari media sosial. (*/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono