RADARSOLO.COM- Seabrek jadwal kegiatan sosial Dharma Wanita Persatuan (DWP) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta selama 2024 telah tersusun rapi.
Terbaru, DWP ISI Surakarta menggelar donor darah menggandeng PMI Kota Solo di kampus setempat, Jumat (23/2/2024).
Kegiatan kali kedua ini menyedot antusiasme para dosen ISI Surakarta dan masyarakat umum. Berbagi dengan sesama lewat donor darah.
“Sudah terkumpul lebih dari 50 kantong. Distribusi (kantong darah) kami serahkan ke PMI Kota Solo. Kami support penuh PMI Kota Solo untuk menjaga stok darah,” ujar Rachdawaty Barus, ketua DWP ISI Surakarta.
DWP ISI Surakarta, kata Rachdawaty Barus, berkomitmen membantu sesama lewat beragam kegiatan sosial. Salah satunya dengan donor darah.
Dengan mendonorkan darah, selain bermanfaat bagi orang lain, kesehatan pendonor juga terpantau dengan baik.
“Anda bisa donor darah, berarti Anda sehat. Hb (Hemoglobin) bagus, tensi darah juga bagus. Sekaligus bisa memberi (bermanfaat bagi orang lain,” terang Rachdawaty Barus.
Mengingat besarnya manfaat dari donor darah, DWP ISI Surakarta menargetkan, kegiatan tersebut digelar rutin enam bulan sekali atau dua kali dalam setahun.
Rachdawaty Barus mengajak para mahasiswa lebih aktif terlibat dalam aksi sosial donor darah.
Sebab para pendonor masih dominasi mereka yang sudah sepuh.
Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna mengapresiasi DWP ISI Surakarta yang kerap melaksanakan kegiatan sosial.
“Luar biasa kegiatan sosial DWP ISI Surakarta. Donor darah dan masih banyak lagi lainnya,” ucap Nyoman.
DWP ISI Surakarta, imbuh Nyoman, juga peka dengan kondisi masyarakat di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok.
Dijadwalkan pada Maret 2024, DWP ISI Surakarta membuka bazar murah.
“Untuk honorer dulu. Yang kontrak. Di dalam dulu (internal). Belum bisa di luar anggota kampus,” tutur Nyoman.
Kegiatan sosial lainnya, DWP ISI Surakarta juga memberi bantuan kepada anak sekolah dari keluarga miskin agar tetap bisa mengenyam pendidikan.
“Intinya, saya di pimpinan (rektor) mensupport itu dan siap memberikan donasi,” pungkas rektor ISI Surakarta. (wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono