Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Peluang Besar Lulusan SMK Pariwisata Terserap DUDI

Maulida Afifa Tri Fahyani • Selasa, 27 Februari 2024 | 02:46 WIB
TAMBAH KOMPETENSI: Kompetisi fruit cutting di salah satu sekolah tinggi pariwisata di Kota Solo, belum lama ini.
TAMBAH KOMPETENSI: Kompetisi fruit cutting di salah satu sekolah tinggi pariwisata di Kota Solo, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Lulusan SMK jurusan pariwisata dan perhotelan saat ini, dinilai memiliki peluang besar untuk masuk dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Apalagi perkembangan sektor pariwisata di Indonesia cukup masif. Dibarengi dengan munculnya lapangan pekerjaan baru.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Joko Sutrisno menjelaskan, perkembangan pariwisata saat ini berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengunjungi destinasi wisata tertentu. Mengingat berlibur telah menjadi kebutuhan pokok, dibanding kebutuhan sampingan lainnya. 

Meningkatnya pertumbuhan wisata lokal itulah, yang mendorong terbukanya lapangan kerja. Khususnya serapan tenaga kerja di bidang hospitality industri yang cukup prospektif.

Namun, hal itu tergantung pada komitmen para pencari kerja.

Ketua PHRI Solo ini mengatakan, saat ini, lowongan paling diminati adalah bekerja di kapal pesiar. Karena selain kebutuhan tenaga kerjanya banyak, gaji yang ditawarkan juga besar.

Ditunjang kemudahan akses melamar pekerjaan. Tanpa harus melalui agen, bisa langsung melalui aplikasi lowongan pekerjaan.

“Kesempatan (bekerja) kini memang luar biasa. Tapi ya tergantung mindset pencari kerjanya. Apalagi saat ini kapal pesiar sudah welcome terhadap perempuan. Dibanding beberapa tahun lalu yang masih kurang,” ungkap Joko, kemarin (26/2).

Sementara itu, Sekretaris PHRI Solo Basid Burhanudin menyebut, hadirnya program magang di industri perhotelan atau wisata, sangat membantu lulusan SMK dalam mendapat pekerjaan.

“Biasanya siswa magang dari SMK maupun perguruan tinggi. Jadi tergantung kebutuhan tenaga kerja,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Solo Jasanta Peranginangin menjelaskan, daya serap tenaga kerja di bidang hospitality sangat terbuka lebar.

Tak hanya di dalam, namun juga di luar negeri. Khususnya di Jepang yang membutuhkan sekira 32 ribu tenaga kerja.

Sedangkan pasar tenaga kerja dalam negeri, juga menunjukkan progres signifikan. Berkaca pada pertumbuhan destinasi wisata dan hotel.

“Banyak sekali menyerap tenaga kerja, baik dari SMK, LKP, LPK, sampai perguruan tinggi. Mereka ini yang mengisi pasar tenaga kerja di industri pariwisata,” bebernya. (ul/fer)

Editor : Damianus Bram
#lowongan #Lulusan SMK #PHRI Solo #pariwisata #dunia usaha dan dunia industri #DUDI