RADARSOLO.COM – Banyak kendala dihadapi dalam pembelajaran bahasa Jawa. Terutama kurangnya perhatian siswa dalam menyimak materi.
Pakar Pendidikan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Siti Supeni menyarankan, perlunya menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) khusus pembalajaran bahasa Jawa.
Peni menyebut, data yang dihimpun pada 2022 menunjukkan ada 244 SD di Kota Bengawan belum optimal dalam mengimplementasikan pembelajaran bahasa Jawa di kehidupan sehari-hari.
Karena terkendala sejumlah faktor. Di antaranya siswa kurang menerapkan penerapan pembelajaran adan berbasa Jawa di kehidupan sehari-hari.
Selain itu, minat siswa rendah pada pembelajaran aksara Jawa. Termasuk minimnya perbendaharaan kosakata bahasa Jawa yang dimiliki siswa. Serta kendala terkait materi tembang macapat.
“Mata pelajaran bahasa Jawa di SD negeri menjadi muatan lokal wajib. Ketika proses pembelajaran berlangsung, hanya sebagian kecil siswa yang memerhatikan dengan sungguh-sungguh," ungkap Peni, Kamis (29/2/2024).
Kendala ini diduga bermuara dari tidak adanya pembiasaan menggunakan bahasa Jawa krama kepada siswa, sejak dari lingkungan keluarga dan pergaulan.
“Di rumah, siswa terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Jawa ngoko dan bahasa Indonesia,” imbuhnya.
Hal lainnya yang jadi kendala adalah, kurangnya keteladan guru yang bisa ditiru siswa. Kemudian minimnya media maupun alat peraga. Serta keterbatasan alokasi waktu pembelajaran.
Menghadapi kendala tersebut, Peni menyarankan perlunya penerapan K-13. Karena pembelajaran bahasa Jawa di K-13 lebih menekankan pada penguasaan empat keterampilan.
Mulai dari keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Termasuk perubahan sikap dalam berbicara.
“Nilai sikap lebih ditekankan. Peserta didik dituntut bisa menerapkan dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata,” urai Peni.
Sementara itu, guru juga berperan penting dalam membentuk karakter siswa. Sekaligus fasilitator dan motivator, agar siswa aktif dalam pembelajaran.
“Guru harus pandai memilih metode pembelajaran yang tepat. Sehingga dapat merangsang keaktifan siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa,” bebernya. (zia/fer)
Editor : Damianus Bram