RADARSOLO.COM – Generasi Z atau Gen-Z sangat lekat dengan dunia digital. Orang tua dalam menjalankan pola asuh juga harus menyesuikan dunia mereka. Bila tidak maka bisa berdampak fatal.
Ketua Majelis Pesantren dan Ma’had Dakwah Indonesia (Mapadi) Jawa Tengah Budiman Mustofa mengatakan, perlu perhatian khusus dalam mendidik santri atau anak generasi Z.
Salah satunya harus memahami karakter mereka. Di mana generasi ini memiliki ciri terampil dalam memanfaatkan teknologi dan memperlukan perhatian. Sebab itu, potensi ini harus disalurkan dan dikelola dengan baik.
"Selalu libatkan Allah dalam mendidik santri atau anak di era digital ini. Agar mereka tidak hanya terampil dalam memanfaatkan teknologi, tapi juga terjaga keimanan dan akhlaknya,” papar Budiman dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Mapadi Jateng di salah satu hotel di Solo, akhir pekan kemarin.
Budiman mengatakan, tidak hanya mahir dalam teknologi, Gen-Z juga suka mendapat apresiasi dan perhatian ketika mereka mengerjakan sesuatu. Sehingga orang tua atau pendidik harus peka
"Beri apresiasi meski bentuknya sederhana agar mereka memiliki kebanggaan," bebernya.
Senada diungkapkan pemateri lain, Muchammad Wachid Romadlon. Selain terampil dalam teknologi, dalam mendidik santri atau anak dibutuhkan kurikulum dan teladan. Baik dari orang tua maupun para pengasuh dan pengajar.
"Pendidik jangan hanya sebatas mewariskan ilmu-ilmunya, tapi harus bisa menjadi sumber inspirasi bagi anak didik atau santrinya agar berami bermimpi memiliki cita-cita besar di masa depan," kata Wakhid.
Sementara itu, dalam muswil ini, Budiman Mustofa ditetapkan sebagai ketua Mapadi Jateng periode 2024-2029. Dia menggantikan Ahmad Mifdlol Muthohhar. (zia/bun)
Editor : Kabun Triyatno