Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pentingnya Peran Orang Tua Memilihkan Teman Bagi Anaknya, Pergaulan Akan Menentukan Cara Pandang

Angga Purenda • Minggu, 17 Maret 2024 | 23:46 WIB
CERIA: Anak-anak PAUD di Desa Ceper, Kecamatan Ceper, Klaten yang sedang bermain dengan teman-temannya.
CERIA: Anak-anak PAUD di Desa Ceper, Kecamatan Ceper, Klaten yang sedang bermain dengan teman-temannya.

RADARSOLO.COM - Pertemanan memiliki pengaruh besar dalam hidup seseorang, termasuk anak-anak.

Ini bisa mempengaruhi cara pandang anak terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Situasi pertemanan anak penting berjalan positif, karena bisa menjadi langkah bagus untuk pertumbuhannya.

Tapi perlu diantisipasi juga, mengingat tak jarang ada anak yang kerap bermasalah di sekolah karena pengaruh buruk pertemanan.

“Orang tua memiliki kewajiban untuk memilihkan teman bagi anaknya. Jadi orang tua juga bisa menentukan lingkungan anaknya,” ujar Pegiat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten Amin Bagus Panuntun yang juga memiliki perhatian di dunia parenting, Jumat (15/3/2024).

Lebih lanjut, Amin menjelaskan, keikutsertaan orang tua dalam memilihkan teman bagi anaknya itu tidak sampai membatasi ruang gerak. Mengingat lingkungan pertemanan dinilai cukup luas.

Hanya saja peran orang tua untuk memilihkan teman itu untuk memastikan anaknya tumbuh dan berkembang di lingkungan yang teman.

“Jangan sampai anak berada di lingkungan yang tidak sesuai. Bahkan justru yang menjerumuskan hal-hal yang buruk. Maka itu, peran orang tua dalam memilihkan anaknya tetap dibutuhkan,” jelas Amin.

Amin mengungkapkan, orang tua dalam memilihkan teman bagi anaknya, tidak bisa serta merta dengan memberikan batasan.

Tetapi perlu dilakukan pendekatan dengan memberikan contoh. Termasuk pemahaman kepada anak berbagai konsekuensi yang dihadapi ketika memasuki lingkungan pertemanan tertentu.

Menurut Amin yang terpenting bisa memunculkan kesadaran kritis pada diri anak dalam memilih pertemannya.

Jangan sampai memberikan larangan pada anak, karena ini rentan mendapatkan penolakan. Terutama anak yang sudah tumbuh remaja karena telah memiliki ego tersendiri.

“Dalam mendidik anak, jangan sampai justru didominasi lewat gadget. Dikarenakan kesibukan orang tuanya dalam bekerja sehingga jarang berkomunikasi. Terlebih lagi dalam gadget tidak ada filter, sehingga bisa mengeklik apa saja,” tambah Amin.

Amin menekankan, pentingnya komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Menurutnya, hal itu menjadi modal dasar orang tua dalam memilih pertemanan bagi anaknya.

Apabila hal itu tidak terbangun, maka akan sulit membentengi anak dari pertemanan yang menjerumuskan.

Untuk memastikan anak tidak terjurumus pada pertemanan yang bisa menimbulkan hingga kriminalitas dinilainya susah. Mengingat banyak faktor yang mempengaruhi, terutama dari luar,

“Dalam pola asuh anak, untuk bisa menilai bahwa anak itu berada di lingkungan pertemanan sesuai alurnya saat ada komunikasi. Kalau tidak ada komunikasi antara orang tua dan anak yang jadi semau-maunya," ujar Amin.

"Jadi bagaimana orang tua bisa menimbulkan rasa menyenangkan saat berkomunikasi itu,” imbuh pria yang aktif melakukan penelitian terkait mengukur pengetahuan remaja terhadap HIV dan kesehatan reproduksi di Klaten ini.

Dalam membangun komunikasi yang erat perlu diperhatikan usia anak. Misalnya, kepada anak yang berusia 2-3 tahun dengan memberikan contoh secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan saat anak usia 5 tahun pendekatan bisa dilakukan metode bercerita. Berbeda dengan anak pada usia baligh bisa dilakukan melalui ajakan pada hal-hal mendukung pertemanan yang baik.

“Ketika anak bisa sampai begitu (pertemanan yang menjerumuskan), jangan-jangan orang tuanya tidak memberikan contoh. Ditambah dengan lingkungannya yang tidak mendukung, sehingga perlu dibenahi dulu. Di sisi lain, bisa jadi karakter anak yang belum kuat sehingga mudah terpengaruh dengan pertemannya,” ujarnya. (ren/nik)

Editor : Damianus Bram
#pertemanan #perkembangan anak #komunikasi #teman #orang tua