Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

FAUNA: Sisi Menarik Channa Limbata, Dulu Disangka Buluk, Kini Malah Diburu

Silvester Kurniawan • Senin, 29 April 2024 | 19:01 WIB
Ikan jenis channa limbata cukup banyak peminatnya di Indonesia.
Ikan jenis channa limbata cukup banyak peminatnya di Indonesia.

RADARSOLO.COM - Salah satu jenis ikan channa lokal yang mulai naik daun di Indonesia adalah channa limbata. Selain harganya yang relatif lebih murah dari pada jenis ikan predator lainny yang habitat aslinya dari luar Indonesia, channa limbata juga lebih gampang dikembangbiakkan oleh para breeder di tanah air.

Beberapa penikmatnya mengangap perawatan dan pembiakan channa limbata cukup mudah. Oleh karena itu kini semakin banyak digemari oleh kalangan pecinta ikan predator di Indonesia.

Salah seorang penghobi ikan channa limbata adalah Raditya, 35. Dia mengaku senang memelihara ikan predator dalam beberapa tahun belakangan.

Dia mengakui sudah cukup puas bermain dengan ikan cupang. Pengembangbiakan ikan cupang dirasa ada kemiripan dengan pemeriliharaan dengan channa.

“Menurut saya ada kemiripan antara cupang dengan channa, baik karakteristiknya maupun cara pembiakannya. Jadi tidak begitu sulit adaptasinya,” terangnya.

Raditya mengakui, memiliki beberapa jenis ikan channa di rumahnya di kawasan Mojosongo. Dia mengakui sedang menggandrungi ikam jenis limbata ini dalam dua tiga tahun terakhir ini.

“Kalau di Solo dan sekitarnya atau di Indonesia semenjak Covid-19 itu mulai naik daun ikan ini. Peminatnya semakin banyak dan tidak kalah dari jenis ikan channa lainnya,” ujarnya.

Daya tarik channa limbata didasari dari dua hal utama, yakni karena harga jualnya yang relatif lebih murah dari varian ikan channa lainnya dan lebih mudah dikembangbiakan. Bisa dibilang channa limbata ini salah satu varian ikan channa yang paling mudah dibudi dayakan di Indonesia.

“Dari tahun ke tahun akhirnya pecinta channa limbata ini semakin banyak. Para pembudi daya mulai bisa memunculkan berbagai varian baru dari mutasi genetiknya. Seperti limbata golden, limbata granit, dan lain sebagainya, yang harganya juga bervariasi antara satu dengan lainnya,” papar Raditya.

Di luar berbagai varian yang memiliki berbagai keunikan tersebut, varian channa limbata yang paling biasa pun atau bisa disebut normal, kini juga telah memiliki komunitas pecintanya sendiri. Akhirnya muncul berbagai ajang kompetisi dan kontes kecantikan, bagi di ikan predator yang bisa disebut masuk deretan drawft channa tersebut atau channa kerdil.

“Kebetulan channa limbata ini juga bisa dimaksimalkan warnanya. Dia punya karakter warna oranye dan merah tajam pada bagian sirip dan ekornya dan juga warna kebiruan pada bagian kepala dan tubuh. Jadi jika diberi pakan pelet yang punya kandungan spirulinanya bisa memaksimalkan warnanya,” terangnya.

Saat ini, hanya dengan mengumpulkan dana sebesar Rp 150.000-Rp 200.000 saja kalian sudah bisa memiliki ikan channa jenis ini. Tentu harga terebut masih terbilang ramah di kantong, jika dibandingkan dengan harga ikan channa lainnya, seperti channa stewarti, channa blehery, atau bahkan si raja channa yang bernama channa barca.

“Harganya paling terjangkau jadi paling banyak peminatnya,” tutup Raditya. (ves/nik)

Editor : Niko auglandy
#ikan #Pelihara #koleksi #pembudi daya #channa