RADARSOLO.COM-Ratusan murid SMAN 1 Banyudono mendapat pengalaman baru, Jumat (17/5/2024).
Bersama tim Radar Solo dan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, mereka belajar tentang jurnalistik dan memainkan alat tradisional.
Suasana seketika pecah ketika Sholeh Solikin, salah seorang siswa dengan percaya diri naik ke panggung.
Dua wayang kulit yang dibawa mahasiswa FSP ISI Surakarta dipegang erat.
Sholeh lalu mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. Dialog layaknya dalang profesional pun tercipta dengan apiknya.
Seketika, tepuk tangan menggema di ruangan. "Belajar (mendalang) otodidak dari mendengarkan radio," ucap Sholeh.
Tak mau kalah, murid lainnya ikut mencoba memainkan gender dan rebab.
Berlanjut materi pelatihan jurnalistik yang disampaikan Wakil Pemimpin Redaksi Radar Solo Tri Wahyu Cahyono dan fotografer Arief Budiman.
Kepala SMAN 1 Banyudono Winarno menyambut positif kegiatan tersebut. "Kegiatan ini diharapkan lebih memotivasi para siswa. Sekaligus meningkatkan kemampuan literasi dan neumerasi," terangnya.
"Kepada siswa-siswi SMAN 1 Banyudono, bersamaan 17 Mei 2024 sebagai peringatan Hari Buku Nasional, penting bagi generasi muda membekali dirinya dengan pemahaman literasi," ucap Winarno.
Waka Kesiswaan SMAN 1 Banyudono Boyolali Iswahyudi mengatakan, pihaknya mengapresiasi Zetizen Goes To School bersama Radar Solo dan FSP ISI Surakarta.
"Kegiatan ini menjadi upaya peningkatan literasi siswa. Mereka diajak untuk mampu membaca dan memahami, kemudian dilanjutkan dengan menulis," ucap dia.
Sementara itu, Pemimpin Radar Solo Kabun Triyatno berpesan kepada para siswa untuk membekali dengan kemampuan softskill untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono