RADARSOLO.COM - Spirit melestarikan karya seni keris yang memiliki nilai sejarah, program studi (prodi) Senjata Tradisional Keris Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar workshop Perancangan Produk Keris Unggulan Tangguh Surakarta, di Surabaya (21-22/5) lalu.
Dosen Prodi Senjata Tradisional Keris Mohammad Ubaidul Izza mengatakan, luaran kegiatan tersebut berupa prototipe atau purwarupa Keris Tangguh Surakarta sebagai produk unggulan yang tersertifikasi.
"Produk tersebut harapannya tidak hanya berfungsi sebagai proses preservasi, tetapi juga sebagai model yang dimanfaatkan untuk pembelajaran di dalam proses perkuliahan," ujarnya.
Menciptakan prototipe keris, lanjutnya, diperlukan untuk proses pembelajaran mahasiswa. Sebab, menurutnya keris pusaka asli sepantasnya diperlakukan dengan baik dan hormat. Selain itu, proses penciptaan prototipe ini juga membuka peluang bagi para peneliti dan akademisi lain untuk penulisan dan pengkajian.
"Karena sebagai sebuah karya seni budaya, tulisan tentang keris di masa yang akan datang akan lebih abadi daripada karyanya itu sendiri," ujarnya.
Dalam workshop tersebut, Empu senior KRT Subandi Suponingrat membawa koleksi Keris Tangguh Paku Buwono X sebagai salah satu artefak yang didiskusikan. Selain itu, pelaksanaan workshop menggandeng PT Ethnic Indonesia Pusaka.
“Saya merasa senang, melalui kesempatan ini, keris-keris koleksi saya bisa diseleksi secara langsung oleh Empu Subandi. Karena mungkin oleh perajin ini saat saya beli, keris ini dianggap tangguh Surakarta, tapi di perajin lainnya bisa berkata berbeda lagi,” ujar Pimpinan PT Ethnic Indonesia Pusaka Rivo Cahyono. (zia/nik)
Editor : Niko auglandy