Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berlokasi di Kecamatan Pasar Kliwon, SMAN 9 Kota Solo Solusi Ketatnya Persaingan PPDB Sistem Zonasi

Fauziah Akmal • Senin, 3 Juni 2024 | 21:19 WIB
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana berinteraksi dengan para siswa SMAN 9 Kota Solo yang diresmikan, Senin (3/6/2024).
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana berinteraksi dengan para siswa SMAN 9 Kota Solo yang diresmikan, Senin (3/6/2024).

RADARSOLO.COM–Sarana prasarana pendidikan di Kota Solo semakin lengkap.

Menyusul diresmikannya SMAN 9 Kota Solo yang berlokasi di kawasan Kecamatan Pasar Kliwon, Senin (3/6/2024).

Peresmian ini ditandai pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana.

Turut hadir Wakil Walikota Solo Teguh Prakosa dan Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah.

"SMAN 9 Solo sangat ditunggu-tunggu masyarakat, khususnya di Kecamatan Pasar Kliwon. Karena persaingan dan sistem zonasi memang perlu ada penambahan beberapa SMA yang lain," beber Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana.

"Kami berharap, hadirnya sekolah dan guru-guru baru membawa dampak yang positif. Kami harapkan para guru ini membawa pembaruan dan perubahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMAN 9 Solo," imbuhnya.

Dikatakan Nana, diperlukan sinergi antara Pemprov Jateng dan kabupaten/kota guna mengupayakan layanan pendidikan yang merata di setiap wilayah.

Mengingat pendidikan sebagai layanan dasar yang wajib disediakan pemerintah secara berkelanjutan.

"Nanti di tahun 2025 kami anggarkan penambahan pembangunan di SMAN 9 Solo. Ada pembangunan dan rencana perluasan untuk kelas karena (adanya) penambahan siswa (tahun ajaran baru)," bebernya.

Pemprov Jawa Tengah melalui Disdikbud, lanjut Nana, berkomitmen meningkatkan kualitas dan profesionalitas para guru. Baik melalui pelatihan maupun pendidikan.

"Sehingga kami harapkan para siswa dapat berprestasi dan mampu untuk bersaing dengan provinsi lain. Hal ini dibuktikan banyaknya penghargaan dan kompetisi yang diikuti dalam berbagai bidang," ujarnya.

Sementara, wakil wali kota Solo Teguh Prakosa mengatakan, SMAN 9 Solo dibangun di atas tanah eks SDN Mojo yang dihibahkan Pemkot Solo ke Pemprov Jateng.

Baca Juga: Kloter Calon Jamaah Haji Solo Raya Mulai Berdatangan ke Embarkasi Solo, Rombongan Wonogiri Jadi Pamungkas

"Jadi (mendirikan) SMA minimal membutuhkan tanah seluas 6.000 meter persegi. Ini hanya 3.500 meter persegi yang ada di sini. Sudah tidak bisa memilih lagi, karena luas Kota Solo hanya 42 kilometer persegi," jelas Teguh.

Teguh meminta Pemprov Jateng menambahkan anggaran guna membangun fasilitas lanjutan, terutama penataan ruang kelas.

"Penataan ruang karena SD hanya menampung 28 siswa, sekarang SMA itu 36 siswa. Mestinya ada pergeseran lebar ruang kelas. Tapi tidak perlu terburu-buru karena bentuk bangunan butuh disurvei dan dikaji," beber Teguh. (zia/wa)

Kamar Deluxe favehotel Pamanukan
Kamar Deluxe favehotel Pamanukan
Hotel Neo+ Legian
Hotel Neo+ Legian
Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sistem zonasi #ppdb #pj gubernur jateng #Nana Sudjana #Kecamatan Pasar Kliwon #sman 9 kota solo