RADARSOLO.COM–Kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan terus dibangun.
Salah satunya lewat program Sobo Kali. Sobo Kali merupakan kampanye berbasis edukasi dan konservasi yang dikemas melalui kegiatan wisata berwawasan lingkungan.
Istilah Sobo Kali berasal dari Bahasa Jawa, yakni “Sobo” yang berarti berkunjung atau bermain. Sedangkan “Kali” yang berarti sungai.
Sobo Kali adalah bentuk respons masyarakat terhadap pencemaran dan kerusakan sungai.
Sekaligus sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk merawat dan melestarikan sungai.
Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi menempatkan sungai sebagai halaman belakang.
Tapi mengembalikan sebagai halaman depan (river front) yang penting bagi keberlangsungan hidup manusia.
Pendekatan yang berbasis pengetahuan lokal ini tidak jauh berbeda dengan sekolah sungai yang mengambil bentuk kampanye dan edukasi kepada masyarakat agar peduli terhadap sungai.
Tidak hanya menjadikan sungai sebagai ruang rekreasi. Tetapi juga sebagai ruang belajar berbasis pengetahuan lokal.
Dengan begitu Sobo Kali hadir sebagai bentuk kampanye berbasis pengetahuan lokal untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sungai yang kian tercemar dan terdegradasi.
Sobo Kali dikembangkan secara kolaboratif antara Tim SaoengKita dan Komunitas Peduli Sungai (KPS) Sumber.
SaoengKita pada dasarnya merupakan bagian dari kelompok hibah MBKM Universitas Sebelas Maret.
Kelompok ini terdiri dari mahasiswa multidisiplin.
Baca Juga: Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah, Bisa Ancam Pasokan Air Bersih di Wilayah Ini
Yakni enam mahasiswa Sosiologi dan tiga mahasiswa Pendidikan Biologi.
SaoengKita mengambil skema proyek di desa dengan kajian “Community Development: Strategi Mewujudkan Edu-ecotourism pada Komunitas Peduli Sungai di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta”.
Kolaborasi antara SaoengKita dan KPS Sumber terkait Sobo Kali dilakukan dengan menggandeng berbagai sekolah di Kota Solo.
Ditujukan untuk penanaman dan peningkatan kesadaran lingkungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Sobo Kali perdana dilaksanakan pada 17 Mei 2024. Menggandeng SMPN 17 Kota Solo yang diwakili oleh siswa-siswi kader Adiwiyata.
Sobo kali memberikan penawaran berupa kegiatan edukasi mengenai ekologi sungai.
Kegiatan ini berbentuk pembelajaran praktikal yang partisipatif dan transformatif dengan materi yang dihimpun dari berbagai komunitas.
Rekam proses tersebut tersaji dalam bentuk cetakan Buku Sobo Kali.
Kegiatan Sobo Kali dibagi menjadi dua skema.
Pertama, bentuk pembelajaran di Saung tentang pengenalan sungai; air, sampah, limbah; biotilik; filtrasi; ecobrick; dan tanaman bantaran sungai.
Kedua, pengenalan sungai menggunakan perahu untuk menyusuri sungai sehingga terlihat kondisi Kali Pepe baik secara ekologis maupun sosial budaya.
Tidak hanya penting untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.
Namun proses transformasi pengetahuan menjadi praktik nyata untuk merawat dan melestarikan sungai diharapkan dapat terwujud.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari pihak sekolah karena dapat memberikan pengalaman belajar di luar sekolah.
Di sisi lain, masyarakat sekitar turut menanggapi kegiatan ini sebagai modal bagi Komunitas Peduli Sungai di Kelurahan Sumber untuk mewujudkan Edu-Ecotourism yang sustainable.
Sehingga melalui program ini KPS Sumber dapat menarik kembali minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan khususnya sungai.
Sobo Kali diharapkan dapat berjalan secara sustainable melalui kolaborasi yang intensif dengan berbagai pihak.
Melalui program ini, peran kolaborasi dari lembaga pendidikan, komunitas, masyarakat, NGO, dan pemerintah dapat memberikan implikasi signifikan untuk menjangkau lebih banyak partisipan.
Dengan ini, segala persoalan yang berhubungan dengan lingkungan, khususnya sungai akan mendapat perhatian dari banyak pihak.
Baik yang berkepentingan dengan sungai ataupun tidak. (*/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono