RADARSOLO.COM - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Institut Seni Indonesia (ISI) Solo studi banding ke Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jumat (31/5). Disambut Ketua Satgas PPKS Unsoed Tri Wuryaningsih dan Wakil Rektor III Unsoed Norman Arie Prayogo.
Satgas PPKS ISI Solo mendapatkan pembelajaran dari kasus kekerasaan yang pernah ditangani Satgas PPKS Unsoed. Dalam perkara tersebut, penanganan tidak hanya mengenai kebutuhan korban, tetapi juga proses menguak bukti yang melibatkan ahli digital forensik. Sehingga pelaku kekerasan dalam kasus itu divonis 13 tahun penjara.
Tidak hanya bertukar pikiran mengenai pengalaman PPKS pada masing-masing instansi, Satgas PPKS ISI Solo juga berkesempatan mengunjungi ruang kerja Satgas PPKS Unsoed. Termasuk ruang penanganan korban dan ruang interogasi pelaku kekerasan.
Ketua Satgas PPKS ISI Solo Soemaryatmi mengatakan, memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dapat menangani kasus kekerasan secara legal dan medis.
“Kami kan kampus seni ya, jadi tidak punya fakultas hukum maupun psikologi,” kata Mamik -sapaan akrab Soemaryatmi-.
Kendati demikian, Mamik menegaskan, pihaknya bakal menggandeng pihak eksternal seperti psikolog dan pengacara, untuk mengoptimalkan fungsi Satgas PPKS. Tak terkecuali untuk memberikan layanan yang mengakomodasi hak-hak korban kekerasan di ISI Solo.
Dari kunjungan tersebut, kedua pihak sepakat terus menjalin hubungan baik dan kerja sama dalam pemecahan serta penanganan kasus. Terutama jika melibatkan kedua instansi. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto