Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Anak Wajib Paham Batasan Menyentuh Lawan Jenis: Pentingnya Tahu, Mana yang Boleh dan Tidak

Iwan Adi Luhung • Minggu, 16 Juni 2024 | 19:08 WIB
Ilustrasi sisi psikologi mengobrol dengan anak
Ilustrasi sisi psikologi mengobrol dengan anak

RADARSOLO.COM - Ada lagu yang sarat edukasi berjudul 'Ku Jaga Diriku' atau yang lebih diketahui dengan liriknya “sentuhan boleh sentuhan tidak boleh”.

Apabila diimplementasikan di semua umur, dari anak hingga remaja, ternyata bisa meminimalkan potensi terjadinya pelecehan seksual.

Dalam lagu tersebut, disebutkan bahwa area yang tertutup baju dalam adalah area yang boleh disentuh sendiri oleh anak. Terkecuali dalam keadaan tertentu, seperti memeriksakan ke dokter.

Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri Afrilin Dewi Purnama mengatakan jika melihat lirik lagu dan iramanya, lagu itu tepat diajarkan kepada anak TK atau SD.

"Tapi sebenarnya, dari situ anak sudah dibekali ilmu bahwa anggota tubuh itu tak boleh disentuh orang lain," terangnya, Jumat (14/6/2024).

Makna lagu itu juga harus diingat oleh anak bahkan hingga dewasa. Itu guna mengantisipasi terjadinya pelecehan seksual.

Wanita yang akrab disapa Dewi itu menuturkan, dalam beberapa kasus anak yang mengalami pelecehan seksual, anak secara tidak sadar memberi akses terjadinya hal tersebut.

"Jadi sebagai orang tua, guru dan pihak terkait harus mengingatkan juga makna lagu itu. Saat anak mulai tumbuh remaja supaya tetap ingat hal itu," bebernya.

Dewi menuturkan orang tua juga harus paham terkait hal tersebut. Contohnya saat memeluk anak perempuan, ayah dan kakeknya tak boleh melebihi batas itu.

"Kadang sampai SMP saat anak mau berangkat sekolah cium tangan cium pipi. Mungkin dari situ, cium pipinya mulai dikurangi," bebernya.

Hal itu juga tak berlaku di rumah saja. Namun juga berlaku di luar rumah. Hal itu tetap harus diantisipasi.

Orang tua harus menguatkan area mana yang boleh disentuh dan tak boleh disentuh orang selain anak.

"Naik tingkat lagi, diberi edukasi terkait kontak anak beda jenis kelamin harus ada batasannya. Utamanya kontak fisik," paparnya.

Dengan menguatkan makna lagu itu, ucapnya, bisa meminimalkan potensi pelecehan seksual. Itu tak hanya sekadar lagu saja.

"Harus ada komitmen bahwa sampai kapanpun bahkan saat seseorang mendapatkan pasangan, mereka akan paham area mana yang boleh disentuh dan tak boleh disentuh orang lain," ucapnya.

Lalu kapan anak sudah bisa diajarkan terkait hal itu? Menurut Dewi, itu sudah bisa diajarkan kepada anak mulai PAUD dan TK.

"Tapi, sebelumnya orang tua juga harus bisa memberikan pemahaman juga area tubuh mana yang boleh disentuh dan tak boleh disentuh orang lain. Seorang ayah, saat anak perempuannya (sudah mulai besar) juga tak memandikannya. Jadi belajar sejak dini. Sebaliknya juga begitu ibunya," papar Dewi. (al/nik)

Editor : Damianus Bram
#Ku Jaga Diriku #sd #pelecehan seksual #Menyentuh Lawan Jenis #tk