RADARSOLO.COM - Seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMP Khusus Olahraga (SKO) Kota Solo memasuki tahap akhir. Saat ini diberlakukan trial selama dua hari setelah tes spesialisasi cabang olahraga (cabor) untuk menjaring peserta didik terbaik.
Sub Koordinator Bidang Olahraga Pendidikan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Solo Sugeng Hariyadi mengatakan, trial selama dua hari dalam seleksi PPDB SKO baru pertama kali diterapkan tahun ini.
"Trial ini mengikuti latihan seperti anak-anak SKO yang sudah diterima. Sehingga kami ingin nanti hasil (seleksi) benar-benar anak-anak yang terbaik," terang Sugeng.
Pelaksanaan trial ditempatkan di beberapa venue, sesuai dengan cabor masing-masing dengan dua waktu berbeda. Untuk cabor tenis meja, tenis, atletik, karate, judo, dan renang telah dilaksanakan pada Jumat-Sabtu (21-22/6).
Sementara untuk enam cabor lainnya, yaitu sepakbola, anggar, pencak silat, bola voli putra dan putri, panahan, dan taekwondo akan dilaksanakan tes spesialisasi cabor pada Senin pagi (24/6). Dilanjutkan dengan trial pada Senin sore hingga Selasa (25/6).
"Trial dilakukan karena kadang ada anak yang grogi atau sebagainya saat tes spesialisasi cabor. Sehingga hasilnya mungkin kurang optimal. Hasil tes tersebut akan dibandingkan dengan hasil saat trial, untuk menilai signifikansi perbedaannya. Proses trial ini juga langsung ditangani oleh Fakultas Keolahragaan UNS," imbuhnya.
Sekadar informasi, PPDB SKO 2024/2025 diikuti 164 calon peserta didik (CPD). Rinciannya, untuk cabor atletik ada 13 CPD, renang ada 10 CPD, tenis lapangan ada dua CPD, tenis meja ada empat CPD, panahan ada empat CPD, Taekwondo ada 15 CPD, dan pencak silat ada 11 CPD.
Selain itu, cabor karate ada empat CPD, anggar ada enam CPD, judo ada empat CPD, bola voli putra 14 CPD, bola voli putri 29 CPD, dan sepak bola 48 CPD.
"Seperti tahun kemarin sepak bola menjadi cabor favorit. Tahun kemarin kisaran 30-an pendaftar cabor sepak bola. Dari 164 pendaftar itu, kuotanya hanya 64 siswa berarti kami mengeliminasi 100 anak," imbuhnya.
Sebelumnya, CPD telah mengikuti tes kesehatan dan tes psikologi di Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Manahan Solo pada Rabu (19/6).
Serangkaian tes fisik umum digelar pada Kamis (20/6). Tes fisik umum meliputi tes kelincahan, tes kecepatan, tes kekuatan otot kaki dan lengan, tes daya tahan, serta tes antropometri. Tes antropometri meliputi pengukuran bentuk tubuh, berat badan, tinggi badan, tinggi duduk, dan rentang lengan. (zia/nik)
Editor : Niko auglandy