RADARSOLO.COM — Ribuan pengunjung ramaikan gelaran Exposeni 2024 sebagai rangkaian dies natalis ke-60 Institut Seni Indonesia (ISI) Solo di Pendapa GPH Djojokusumo pada Kamis-Jumat (20-21/6/2024).
Pentas Kolaborasi Manunggal Bhineka Sedya dan Gelaran Tari Catha Ambya ke-2: Eksistensi dan Kontinuitas menjadi magnet pertunjukan yang mengundang ribuan pengunjung untuk memenuhi pendapa. Para pengunjung juga memadati 19 stand expo dari masing-masing program studi yang menampilkan karya dan produk-produk unggulan mereka.
Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Solo Bambang Sunarto menerangkan, Exposeni sebagai eksposisi mengenai hasil pembelajaran mahasiswa yang diharapkan akan menjadi besar dan membawa ke kancah nasional dan internasional.
“Jangan sepelekan adagium Jawa yang berbunyi alon-alon waton kelakon, jangan disepelekan kata-kata ini. Kita harus terus menjaga keajegan dengan menjaga exposeni ini terus tumbuh, berkembang, dan menjadi besar. Mungkin butuh waktu, tapi dengan konsistensi, pasti kita akan sampai di tujuan,” beber Bambang.
Ketua Bidang Exposeni 2024 Esha Karwinarno mengatakan, pengunjung yang hadir pada Jumat (21/6) malam betul-betul di luar perkiraan panitia.
“Ini menunjukkan bahwa animo dan perhatian masyarakat terhadap ISI Solo cukup tinggi. Sejumlah pengunjung mengatakan bahwa mereka percaya apa yang disajikan oleh ISI Solo dalam setiap gelaran pentas dan pertunjukan maupun pameran selalu menampilkan aspek artistik dan estetik yang berkualitas,” ujarnya.
Sementara, Ketua Panitia Dies Natalis ke-60 Anhar Widodo mengapresiasi dukungan dan perhatian dari seluruh masyarakat dan segenap pemangku kepentingan ISI Solo.
“Kritik, saran, dan masukan dari semuanya akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk perbaikan di masa yang akan datang, terima kasih,” tutur Anhar.
Sekadar informasi, rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-60 ISI Solo selanjutnya meliputi perayaan internal ISI Solo pada 5 Juli. Mata Najwa on Stage pada 10 Juli.
Peresmian gedung baru di Kampus ISI Mojosongo sekaligus jalan santai dari Kampus Kentingan ke Mojosongo pada 12 Juli.
Dilanjutkan, gelaran Festival Pasca Pencapaian yang mempertunjukkan karya unggulan para mahasiswa pascasarjana selama tiga hari (12-14/7). Kemudian ziarah ke makam para pendiri ISI Solo pada 13 Juli dan malam tirakatan sehari setelahnya (14/7).
Tepat di usianya yang ke-60, pada 15 Juli mendatang diagendakan kegiatan Sidang Senat Terbuka penyampaian orasi ilmiahnya dari Pengrawit alumnus ASKI (sekarang ISI Solo) sekaligus Ilmuwan Indonesia dari Wesleyan University, Amerika Serikat, Prof. Sumarsam. (zia/nik)
Editor : Niko auglandy