RADARSOLO.COM - Mengajari anak untuk bekerja ternyata bisa melatih kemandirian bagi si kecil.
Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan orang tua agar anak tak sampai terlalu larut dalam pekerjaan.
Anak-anak saat usia PAUD sudah bisa dikenalkan dengan pekerjaan. Anak usia itu juga sudah bisa diajak berkomunikasi terkait pekerjaan orang tuanya.
Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri Afrilin Dewi Purnama mengatakan terdapat manfaat mengajari anak untuk bekerja.
"Manfaatnya diantaranya adalah melatih kemandirian anak. Mereka sudah tahu orang tuanya kerjanya apa kan saat ditanya. Saat usia PAUD itu bisa mulai dikenalkan dengan pekerjaan-pekerjaan," terangnya.
Nah, pengenalan itu bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana. Contohnya adalah mengenalkan anak dengan pekerjaan rumah.
"Misalnya seperti menyapu dan mengepel rumah. Anak bisa diajak membantu mengerjakan pekerjaan rumah itu," bebernya.
Dengan begitu, anak bisa belajar kemandirian. Setelah itu anak juga bisa dikenalkan dengan pekerjaan-pekerjaan lain.
Contoh lain, jika orang tua memiliki pekerjaan berjualan sesuatu, anak juga bisa diajak. Dikenalkan dengan mana itu penjual dan pembeli. Bisa juga anak membantu berdagang.
Meski demikian, Dewi mengingatkan agar mengenalkan anak dengan pekerjaan tak sampai mengganggu aktivitas belajar atau sekolahnya.
Bahkan, jika anak dibebaskan untuk berjualan sendiri, ada sejumlah dampak negatif yang berpotensi terjadi.
"Contohnya ada di Wonogiri. Ada anak perempuan usia SD itu berjualan tisu malam-malam. Orang tuanya tahu anak itu bekerja sendiri," ucapnya.
Dalam contoh kasus ini, awalnya anak menjual tisu untuk tambah-tambah membeli kebutuhannya.
Namun kemudian karena aktivitas berjualannya di malam hari, menjadi rawan. Sebab, anak jadi lebih sering berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dari dirinya. Kemudian pergaulannya tak sama seperti anak seumurannya.
"Waktu itu kami beri pendampingan. Kemudian diketahui bahwa anak itu, yang masih SD, sudah tau soal aplikasi kencan," kata Dewi.
Bahkan, anak itu juga mengaku sudah punya pacar dan berada di luar kota. Anak juga lebih semangat saat dikulik informasi tentang pacarnya dibandingkan soal keluarga, lingkungan rumah, dan sekolah.
"Jadi orang tua harus tahu batasan. Anak diajari bekerja untuk melatih kemandiriannya. Jangan sampai saat anak diajari bekerja terjerumus ke yang bisa mengakibatkan dampak negatif bagi anak," pungkas Dewi. (al/nik)
Editor : Damianus Bram