RADARSOLO.COM – Produk buah jambu biji merah menjadi komoditas andalan di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.
Untuk mengembangkan potensi tersebut Prodi DIII Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nasional turun tangan.
Menggandeng Prodi DIII Teknologi Hasil Pertanian UNS, STIKES Nasional mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada kelompok tani di Ngargoyoso, Kamis (4/7/2024).
Kegiatan ini merupakan rangkaian Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai Kemendikburistek.
Para petani jambu biji merah di Ngargoyoso, Karanganyar mendapat sosialisasi tentang tata cara pengajuan izin edar produk.
Mereka diberikan pemahaman proses pengajuan izin edar agar produk dapat dipasarkan dengan baik.
Kegiatan tersebut merupakan lanjutan pelatihan pembuatan sabun kertas dari jambu biji merah.
Sosialisasi kepada para petani di Ngargoyoso, Karanganyar disampaikan Aulia Nur Rahmawati, M.Si bersama tim dosen.
Terdiri dari Rahma Bayunita, M.Sc dan Atur Semartini, M.Hum.
“Dengan memahami proses pengajuan izin edar, kelompok tani dapat menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan,” ujar Aulia Nur.
“Sehingga mutu dan keamanan produk bisa lebih terjamin. Konsumen semakin yakin produk yang dihasilkan oleh kelompok tani,” lanjutnya.
Produk sabun kertas maupun kosmetik lainnya yang kelak dihasilkan oleh kelompok tani di Ngargoyoso dapat bersaing dengan produk sabun lainnya.
Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa STIKES Nasional Ajari Warga Desa Polokarto Sukoharjo Bikin Madu Lemu, Manfaatnya Luar Biasa
Sosialisasi tersebut mendapat respons sangat positif dari para petani, serta pengelola kelompok tani, yakni Aris Setiawan, S.H.
Pada kesempatan tersebut, tim dosen STIKES Nasional menyerahkan beberapa peralatan untuk mendukung pembuatan sabun kertas dari buah jambu biji merah sebagai hibah dari Kemendikbudristek. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono