RADARSOLO.COM – Penanganan stunting membutuhkan peran aktif elemen masyarakat. Tanpa terkecuali kalangan akademisi.
Seperti dilakukan Prodi DIII Farmasi dan DIV Fisioterapi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nasional.
Mereka menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa/Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Sabtu (6/7/2024).
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pemberdayaan masyarakat pemula (PMP) yang didanai Kemendikburistek guna mencegah dan menekan angka stunting di Desa Polokarto.
Diikuti 36 kader posyandu di Desa Polokarto, tim mahasiswa dan dosen STIKES Nasional melatih mereka cara membuat teh daun kelor sebagai ASI booster.
Dengan terpenuhinya kebutuhan ASI pada anak-anak, angka stunting di Desa Polokarto dapat ditekan.
Diketahui, daun kelor merupakan sumber daya alam yang melimpah dan dapat ditemukan dengan mudah di Desa Polokarto.
Pelatihan ini didampingi langsung Muhammad Sa’ad, M.Farm., bersama tim dosen.
Yakni Lilik Ariyanti, M.PH dan Atur Semartini, M.Hum.
Para kader posyandu diajarkan cara memilih daun kelor yang dapat digunakan sebagai teh daun kelor.
Untuk kemudian dikeringkan dengan oven pada suhu tertentu, sehingga kandungan dari teh daun kelor tersebut tidak hilang.
Setelah itu, para kader posyandu diajarkan cara menghaluskan dan menyaring daun kelor yang sudah kering.
Termasuk cara pengemasan menjadi teh celup daun kelor.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Kepala Desa Polokarto Suharno.
“Saya harap tidak berhenti di sini. Kegiatan yang sangat baik dan bagus ini perlu ditindaklanjuti ibu-ibu kader posyandu dengan mentransfer ilmu kepada kader lain,” beber kades.
“Akan lebih baik lagi bila produk ini kedepannya bisa bermanfaat secara ekonomis,” imbuhnya.
Sementara itu, Muhammad Saad menjelaskan, dengan membuat teh daun kelor, para ibu memiliki alternatif cara konsumsi daun kelor.
“Bila selama ini daun kelor hanya diolah menjadi sayur, sekarang ibu-ibu bisa membuat teh daun kelor sehingga kebutuhan ASI pada anak dapat terpenuhi,” urai Saad.
Pada kegiatan tersebut, tim dosen STIKES Nasional juga menyerahkan peralatan untuk membuat teh daun kelor sebagai hibah dari Kemendikbudristek. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono