Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dies Natalis Ke-60, ISI Surakarta Dapat Kado Spesial Naik Status Jadi PTN BLU: Ada Potensi Bebaskan UKT

Fauziah Akmal • Selasa, 16 Juli 2024 | 02:16 WIB
Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke-60 ISI Surakarta di Pendapa GPH Joyokusumo, Senin (15/7).
Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke-60 ISI Surakarta di Pendapa GPH Joyokusumo, Senin (15/7).

RADARSOLO.COM - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke-60 di Pendapa GPH Joyokusumo, Senin (15/7). Di momentum hari ulang tahun ini, ISI Surakarta akan menerima kado spesial. Berupa alih status menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Layanan Umum (BLU).

Transformasi dari PTN satuan kerja (satker) menjadi BLU ini, memungkinkan adanya pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru. Seperti disampaikan Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna usai sidang senat terbuka.

“Berdasarkan UU Kemajuan Kebudayaan, ISI Surakarta berperan dalam melestarikan sekaligus pengembangan seni budaya, serta pemanfaatan warisan budaya yang ada. Kami sangat berharap PTN BLU menjadi kado spesial di ulang tahun ke-60. Karena perubahan status dari satuan kerja menjadi pengelolaan keuangan badan layanan umum,” ucap Nyoman.

Nyoman menambahkan, perubahan status tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan, atas usul Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mengingat seluruh proses dan persyaratan alih status jadi PTN BLU, telah dipenuhi ISI Surakarta.

“Kami berharap di bulan ini sudah (keluar SK). Itu akan menyenangkan, sekaligus menjadi tantangan kami untuk berubah terkait kesadaran warga kampus, hak, dan yang lainnya,” imbuhnya.

Status PTN BLU ini memberikan keleluasaan bagi ISI Surakarta dalam mengelola keuangan dan aset. Sehingga bisa meningkatkan kualitas layanan, sarana dan prasarana pembelajaran, serta prestasi mahasiswa.

“Dengan BLU, kemungkinan besar nanti ada pembebasan UKT. Karena pengelolaan keuangan bisa kami optimalkan. Ini kesempatan bagi putra-putra daerah dengan ekonomi menengah ke bawah yang ingin kuliah. Kemudian UKT kelompok satu dan dua juga bisa dibebaskan,” paparnya.

Sesuai Permendikbudristek, persentase UKT kelompok satu dan dua sebanyak 20 persen dari jumlah daya tampung. Artinya dengan BLU, ada potensi pembebasan UKT untuk 20 persen mahasiswa. “Itu cita-cita kami,” hemat Nyoman.

Piagam penghargaan kepada Indonesianis Prof. Dr. Rene Timor Alexander Lysloff (tengah) dan Diaspora Widiyanto (kiri).
Piagam penghargaan kepada Indonesianis Prof. Dr. Rene Timor Alexander Lysloff (tengah) dan Diaspora Widiyanto (kiri).

Sementara itu, sidang senat terbuka juga diisi pemaparan orasi ilmiah dari dosen Wesleyan University Amerika Serikat Prof. Sumarsam. Lulusan Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) atau cikal bakal ISI Surakarta angkatan pertama tersebut, memaparkan orasi ilmiah berjudul “Keragaman dan Paradigma Berkesenian”.

Selain itu, juga diisi penganugerahan gelar empu keris kepada KRT Subandi Suponingrat, empu lukis kepada I Gusti Nengah Nurata, empu bidang patung kepada Effy Indratmo, serta empu bidang seni tari kepada Theodora Retno Maruti atau KMA Kumalaningrum dan RT Sulistyo Tirtokusumo. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#dies natalis ke 60 isi surakarta #dies natalis ke 60 isi solo #hut ke 60 isi solo #hut ke 60 isi surakarta