RADARSOLO.COM – SDN Carangan di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon nyaris di-regrouping karena kekurangan murid. Tapi kini, nasib SD di dalam kompleks Keraton Kasunanan Solo ini perlahan membaik. Setelah mendapatkan bantuan penambahan fasilitas.
Kepala SDN Carangan Martono menjelaskan, pernah mengeluhkan kondisi bangunan sekolahnya ke Wali Kota Solo Teguh Prakosa. Saat itu masih menjabat wakil wali kota dan sedang kunjungan ke Kelurahan Baluwarti. Margono memohon ada perbaikan sarana dan prasarana di SDN Carangan.
“Dulu saya sampaikan ke Pak Teguh, SDN Carangan kok hidup enggan mati tak mau. Pak Teguh bilang untuk tenang, karena SDN Carangan tidak mungkin ditutup. Tidak mungkin di-regrouping,” kata Martono, Selasa (22/7).
Sebagai satu-satunya SD negeri di Baluwarti, Martono berharap SDN Carangan tetap berdiri. Tidak di-regrouping meskipun kekurangan murid dan kondisi bangunan tidak representatif. “Saya mohon dibantu perbaikan fasilitas, teruta,a sarana dan prasarananya,” imbuhnya.
Rupanya, pengajuan Martono membuahkan hasil. SDN Carangan akan mendapatkan bantuan enam ruang baru, plus berbagai fasilitas penunjang pembelajaran lainnya. Rencananya bantuan akan direalisasikan tahun depan.
Kabar tersebut didapat saat Martono dipanggil ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, awal bulan ini. Nantinya, SDN Carangan akan dibangun menjadi dua lantai. Ruangan yang akan ditambahkan, di antaranya administrasi, kelas, laboratorium inklusi, laboratorium IT, perpustakaan, dan toilet.
“Toilet yang ada sekarang sebenarnya baru dibangun pada 2020. Namun karena jumlah siswa semakin banyak, tambahan toilet sangat diperlukan,” beber Martono.
Selain fasilitas fisik, SDN Carangan juga mendapatkan tambahan tenaga pengajar baru. Tahun ajaran baru ini, tenaga pendidik sudah lengkap. Karena sejak 2020, SD tersebut tidak memiliki guru agama Islam dan guru olahraga.
“Guru agama Islam sudah ada per 1 Juni 2023. Guru olahraga baru tahun ajaran ini. Guru agama Islam juga mengajar ekstrakurikuler baca tulis Alquran,” ujar Martono.
Sebelumnya, Kepala Disdik Kota Solo Dian Rineta mengaku SDN Carangan sempat akan di-regrouping. Namun rencana tersebut diurungkan, karena jarak dengan sekolah terdekat lebih dari 1 kilometer (km). Aturannya, regrouping berlaku bagi dua sekolah atau lebih yang berdekatan, dengan jarak 500-600 meter. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto