RADARSOLO.COM – SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Plupuh Sragen terus memberi bekal dan menanamkan kebaikan bagi para siswanya. Pada kesempatan Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) selama 4 hari, siswa mendapat kesempatan bertemu dengan dokter dan polisi. Mereka mendapat pengetahuan tentang makanan bergizi dan keselamatan lalu lintas.
Fortasi SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Plupuh digelar 3 hari di dalam sekolah dan 1 hari di luar sekolah. Hari pertama Senin (22/7), para siswa baru mendapat pengenalan terkait internal sekolah. Seperti visi-misi, kurikulum, dan keunggulan sekolah. Lantas pada Selasa (23/7) mereka mendapatkan materi dari puskesmas dan Polsek Plupuh.
Hari ketiga (24/7) akan ada pembinaan life skill, yakni banyak berupa praktek alat peraga pembelajaran dan mengasah kreativitas anak. Kemudian hari terakhir (25/7) para siswa diajak kegiatan out bound di Sendang Kun Gerit Gemolong.
Puskesmas diundang untuk memberi pemahaman tentang makanan bergizi. Harapannya para siswa bisa lebih bijaksana untuk mengonsumsi makanan instan. Mengingat ini tidak baik jika dikonsumsi dalam jangka panjang dan berlebihan.
Selain itu, para siswa juga akan diberi pemahaman terkait keselamatan berlalu lintas. Pihak sekolah sadar walau tidak setuju, namun tidak memungkiri kondisi di Plupuh banyak siswa yang berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor. Padahal mereka belum cukup umur.
“Di sini kalau orang tua tidak mau mengantar, justru anak tidak sekolah,” terang Kepala SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Plupuh Amir Hamzah.
SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Plupuh juga berupaya mengembangkan skil siswa. Lantas memunculkan kreativitas siswa sembari menanamkan akhlak yang terpuji.
”Kami pelajari masing-masing anak minat dan bakatnya dimana. Kami yakini semua anak cerdas di bidang masing-masing. Di sini yang kami gali tidak hanya akademiknya saja,” terangnya.
Amir menyampaikan saat ini pihaknya juga menjembatani siswa untuk berkembang lewat ekstrakurikuler. Seperti futsal, badminton, bela diri tapak suci, Hizbul Wathan, science club, english club dan art club.
”Agar potensi anak ini bisa dimunculkan,” ujarnya.
Sementara Kepala Puskesmas Plupuh II dr. Dwi Cahyanti menyampaikan perlunya memberi pemahaman agar remaja mengerti gizi yang berimbang. Seperti protein dan karbohidrat cukup. Lantas mereka juga perlu memahami makanan instan.
”Perlu pemahaman risiko makanan instan yang banyak kalori dan pengawetnya. Konsumsi aman makanan rumahan yang disediakan orang tua,” ujarnya. (din/nik)
Editor : Niko auglandy