Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Hari Anak Nasional: Bawa Pesan Anti-Bullying, Puluhan Siswa SD di Kota Solo Ini Bentangkan Bendera Raksasa

Fauziah Akmal • Rabu, 24 Juli 2024 | 04:36 WIB
Siswa SDN Nayu Barat I bentangkan bendera raksasa bawa pesan damai di Hari Anak Nasional, Selasa (23/7/2024). (Arief Budiman/Radar Solo)
Siswa SDN Nayu Barat I bentangkan bendera raksasa bawa pesan damai di Hari Anak Nasional, Selasa (23/7/2024). (Arief Budiman/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Beragam kegiatan dilakukan para pelajar di Kota Bengawan dalam mengekspresikan Hari Anak Nasional, Selasa (23/7). Mereka membawa pesan menolak bullying dan aksi kekerasan terhadap siswa.

Seperti di SDN Nayu Barat I Kelurahan Nusukan, Banjarsari. Ratusan siswa mengibarkan bendera merah putih berukuran raksasa di halaman sekolah setempat.

Sebanyak 250 siswa dari kelas I hingga VI berkumpul dengan semangat dan keceriaan yang tak terbendung. Mereka memegang bendera raksasa merah putih dan membentangkan dengan penuh bangga. Senyum dan tawa riang terdengar di setiap sudut, menciptakan suasana yang begitu meriah dan penuh kebahagiaan.

"Hari ini terdapat pengibaran bendera raksasa dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Harapannya, ke depan anak-anak menjadi anak-anak yang cerdas dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Wali Kelas IVA SDN Nayu Barat I Suparni.

Di tempat lain, sebanyak 252 siswa kelas VIII SMPN 18 Solo mengikuti games edukatif mengenai berbagai isu penting. Mulai dari edukasi tentang hak anak, mengenal kekerasan, mengenal bullying, menjadi pelopor dan pelapor, dan penggalangan komitmen antikekerasan.

Kegiatan ini diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Solo dan Yayasan Kakak.

Koordinator Kegiatan dari Yayasan Kakak Intan Hadiah Rastiti menjelaskan, edukasi zero toleransi terhadap kekerasan melalui games dengan berbagai pos. Seperti pesta siaga ini dirancang agar para siswa lebih mudah memahami.

"Harapannya, mereka bisa berani untuk menjadi pendidik sebaya dan bisa mengedukasi adik dan kakak kelasnya. Kami juga berharap anak-anak semakin bebas dari kekerasan. Semakin banyak yang teredukasi, dan mampu mengurangi angka kekerasan di kota ini," beber Intan.

Intan juga menekankan pentingnya kesadaran akan bentuk-bentuk kekerasan yang sering tidak disadari oleh anak-anak. Ambil contoh catcalling, mencolek, dan memanggil teman dengan nama orang tua termasuk tindak kekerasan dan perundungan.

"Masih banyak anak-anak yang merasa tidak mengalami kekerasan, padahal mereka sudah pernah menjadi korban. Misalnya, ditowel-towel atau tidak diberikan uang saku padahal orang tua mampu. Itu sudah masuk penelantaran. Hal kecil seperti memanggil dengan nama orang tua bisa menjadi bullying apalagi dilakukan berulang-ulang," jelasnya.

Kepala SMPN 18 Solo Endang Puji Rahayu mengapresiasi dan mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini. "Harapan kami, dapat terjadi perubahan menuju zero toleransi terhadap kekerasan sehingga mereka dapat bertoleransi dan menghargai teman-temannya,” ujar Endang. (zia/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#anti-bullying #hari anak nasional #bendera raksasa