RADARSOLO.COM – Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Solo kekurangan murid, dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 ini. Di sisi lain, ada kecenderungan orang tua memilih menyekolahkan buah hatinya ke sekolah swasta berbasis agama.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dian Rineta menjelaskan, SDN Carangan, Kelurahan Baluwarti, Pasar Kliwon hanya mendapat empat siswa. Kemudian SDN Dawung Tengah, Kecamatan Serengan mendapat dua siswa, via jalur afirmasi dan zonasi.
“Jadi memang itu sudah ada dalam catatan kami. Tapi kami lihat perkembangannya. Karena bagaimanapun, tetap harus ada sekolah mau berapapun jumlah siswanya,” kata Dian, Selasa (30/7).
Data PPDB SD Kota Solo, 20 SDN lainnya menerima kurang dari 10 siswa baru, via jalur zonasi dan perpindahan tugas orang tua (PTO). Diakui Dian, saat ini tren memasukkan anaknya ke sekolah berbasis agama cukup tinggi. Terutama jenjang SD, sebagai fondasi awal pendidikan anak.
“Ada fenomena yang perlu dipahami, bahwa masyarakat itu lebih memilih SD swasta berbasis agama. Sebenarnya bagus ya dari sisi kesadaran beragama. Menginginkan anak-anak di sekolah berbasis agama. Artinya, kesadaran masyarakat terkait pendidikan sudah tinggi,” imbuh Dian.
Meski harus mengeluarkan biaya tinggi, masyarakat tidak ragu. Sebab nominal yang dirogoh sesuai dengan proses, fasilitas, keterampilan, dan pengetahuan yang akan diterima anak.
“Kembali ke pengembangan sekolah. Karena tuntutan misalnya. Sekolah swasta itu tuntutan orang tuanya kelas ber-AC dan bebera aharus ada dispenser. Artinya untuk pemenuhan-pemenuhan itu,” beber Dian.
Sementara itu, Dian mengklaim sekolah swasta bukan saingan SDN. Karena baik SDN maupun SD swasta memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kini, tugas disdik adalah meningkatkan kualitas sekolah-sekolah negeri.
“Artinya, jangan sampai ada pemikiran, bahwa ada anak mendaftar di sekolah swasta karena di sekolah negeri jelek. Jangan seperti itu,” tandasnya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto