Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

UMS Koordinator KKN dan PkM KI PTMA Ke-11

Damianus Bram • Minggu, 4 Agustus 2024 | 16:58 WIB
KEMANUSIAAN: Program KKN KI PkM KI PTMA Angkatan Ke-11 di Malaysia.
KEMANUSIAAN: Program KKN KI PkM KI PTMA Angkatan Ke-11 di Malaysia.

RADARSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) jadi Koordinator Program Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN KI), Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) Angkatan Ke-11.

Program ini berlokasi di Semenanjung Kuala Lumpur, Penang, dan Johor Baru, Malaysia.

Koordinator Program KKN KI PTMA Harun Joko Prayitno sekaligus Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (LPTK PTMA) menjelaskan, 60 mahasiswa didampingi 24 dosen dari 16 PTMA mulai melaksanakan tugas baru.

Bertempat di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, mulai 31 Juli hingga 28 Agustus 2024 di berbagai SB.

“Tugas kemanusiaan untuk menghadirkan dan memberdayakan pendidikan bagi anak-anak di 20 SB (sanggar belajar). Mereka akan membaur, menyatukan diri dan hati, membersamai, serta merasakan getaran dan semangat anak-anak SB yang hakikatnya memiliki semangat tanpa batas untuk mengenyam pendidikan. Tetapi selama ini belum mendapatkan hak pendidikan secara layak dan formal,” papar Harun, Sabtu (3/8/2024).

Hadir dalam penerimaan program, Atdikbud RI di KBRI Kuala Lumpur Firdaus. Didampingi Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Frii, dan koordinator program Ustadz Shohenuddin.

Firdaus mengaku program ini bisa dinamakan duta diplomasi dan proyek kemanusiaan internasional.

“Sebab mereka bukan saja mengabdikan diri, tetapi berjuang di tengah keterbatasan ruangan, prasarana, dan sarana pendidikan yang memadai. Anak-anak dan pengelola-pengelola pendidikan mempunyai tekad dan semangat, untuk mendapatkan layanan pendidikan yang luar biasa,” ungkapnya.

Di Malaysia, banyak anak-anak Indonesia tidak dapat mengakses layanan pendidikan karena alasan dokumen tidak lengkap.

Mengatasi hal tersebut, KBRI tidak melegalkan apalagi mendirikan sekolah legal, tetapi hanya sebatas memberi layanan pendidikan. Supaya anak-anak usia sekolah tidak tertinggal dan memiliki wawasan tentang negaranya.

Selain itu, tugas mahasiswa KKN bukan 100 persen mengajar. Maka perlu usaha bersama untuk memberi beasiswa kepada anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia, untuk bisa sekolah ke jenjang lebih tinggi.

Sementara itu, Rektor Unmuh Sidoarjo Hidayatullah yang mewakili ALPTK PTMA menambahkan, program ini sangat nyata.

“Menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan,” ucapnya.

KBRI, Konsorsium KKN KI dan PkM KI, serta sejumlah pengelolaan SB di Penang maupun Kuala Lumpur sepakat, agar prigram ini dilanjutkan di masa mendatang karena nilai-nilai kemanfaatannya. (fer)

Editor : Damianus Bram
#KKN #ptma #kuliah kerja nyata #universitas muhammadiyah surakarta #UMS #PKM