RADARSOLO.COM- Tradisi Kirab Ageng Merti Bumi Merapi di Lapangan Bumijo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, berlangsung spektakuler, Minggu (28/7/2024).
Acara budaya itu dimulai dengan kirab gunungan hasil bumi dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Kemalang.
Dilanjutkan penampilan tari kolosal baru klinting melibatkan sekira 1.500 penari dari berbagai usia.
Tarian kolosal itu tercatat dalam rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan jumlah penari kolosal tarian baru klinting terbanyak.
Nah ternyata, di balik kemeriahan itu, ada Tim PPKO BEM Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dosen pendamping, dan perwakilan kampus.
Mereka mengusung program Desa Wirausaha dengan tema Entrepreneur Village: Hilirisasi Bilik Toga dan Oemah Jamu Melalui Sistem Pengembangan Penjualan Terpadu di Desa Sidorejo.
Tidak hanya menyosialisasikan program, Tim PPKO BEM Farmasi UMS juga berbaur dalam tradisi Kirab Ageng Merti Bumi Merapi.
Hal tersebut bertujuan mengeratkan silaturahmi dengan beragam elemen masyarakat.
Sebelum mengikuti Kirab Ageng Merti Bumi Merapi, Tim PPKO BEM Farmasi UMS berkomunikasi dengan Kepala Desa (Kades) Sidorejo Gothot Winarso.
Oleh kades, Tim PPKO BEM Farmasi UMS disarankan aktif dalam kegiatan tersebut. Sekaligus mem-branding produk Oemah Jamu yang didirikan pada 2023.
Saran tersebut disambut positif Tim PPKO BEM Farmasi UMS.
Tim PPKO BEM Farmasi UMS berpartisipasi dalam pembelian stand UMKM guna mengenalkan produk Oemah Jamu.
Pendirian stand Tim PPKO BEM Farmasi UMS banyak dibantu Sekretatis Desa Ahmad Sulistyo.
Di stand tersebut, Tim PPKO BEM Farmasi UMS membawa produk teh dan ramuan cinta.
Mereka banyak mendapatkan masukan dari masyarakat yang hadir pada Kirab Ageng Merti Bumi Merapi agar cita rasa produk lebih baik.
TIM PPKO BEM Farmasi UMS mengapresiasi antusiasme warga Desa Sidorejo terhadap program Desa Wirausaha. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono