Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Optimalkan Dana Hibah Pengabdian Masyaratat dari Kemendikbudristek: Universitas Kusuma Husada Surakarta Bina Kader Posyandu di Desa Kajoran Klaten

Silvester Kurniawan • Jumat, 16 Agustus 2024 | 00:51 WIB
Pengandian masyarakat oleh sivitas Universitas Kusuma Husada Surakarta di Desa Kajoran, Klaten Selatan, Klaten terkait penanganan stunting.
Pengandian masyarakat oleh sivitas Universitas Kusuma Husada Surakarta di Desa Kajoran, Klaten Selatan, Klaten terkait penanganan stunting.


RADARSOLO.COM – Penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah.

Sebab itu, Universitas Kusuma Husada Surakarta ikut aktif membantu.

Salah satunya dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kajoran, Klaten Selatan, Klaten terkait penanganan stunting.

Sivitas akademika memaksimalkan peran Posyandu di desa setempat.

Kegiatan yang dihelat pada 19-21 Juli 2024 tersebut disokong dana hibah pengabdian masyarakat 2024 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Ketua Program Aris Prastyoningsih, SST, M.Kes mengungkapkan, persiapan program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pegajuan proposal ke Kemendikbudristek pada Maret lalu.

Setelah dinyatakan lolos dan mendapatkan pendanaan, program pendampingan bertajuk Optimalisasi Posyandu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita Sebagai Upaya Pencegahan Stunting itu direalisasikan pada 19-21 Juli 2024.

 “Penyiapan program ini saya lakukan bersama dengan dua dosen lain, yakni ibu Frieda Ani Noor, SKM.,M.Kes (dari Program Studi Administrasi Kesehatan) dan ibu Bahriyatul Ma’rifah, S,Gz.,M.Si (dari Program studi Gizi),” ungkap Aris, Kamis (15/8/2024).

“Kami juga dibantu tiga mahasiswa dan lima staf pembantu program,” lanjutnya.

Selama kegiatan, tim dosen dan mahasiswa mengumpulkan 35 kader posyandu Desa Kajoran.

Perwakilan dari Puskesmas, yakni bidan desa dan Pemerintah Desa Kajoran turut dihadirkan.

Tim Universitas Kusuma Husada Surakarta
memberikan pelatihan dan pendampingan terkait pencegahan dan penanganan stunting.

Baca Juga: Ikut Tekan Angka Stunting, Koramil Klaten Utara Beri Pendampingan Warga

Upaya tersebut mendapat respons positif kader posyandi dan Pemerintah Desa Kajoran.

“Alasan pemilihan lokasi pengabdian masyarakat di Desa Kajoran menimbang kasus stunting di desa sempat,” terang Aris.

Selain itu, kader posyandu di Desa Kajoran belum mendapatkan pelatihan optimal tentang stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh tumbuh kembang (SDIDTK).

“Kegiatan Posyandu sebatas pada penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian makanan tambahan untuk balita,” jelas Aris.

“Termasuk pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan imunisasi,” lanjutnya.

Sosialisasi penanganan stunting oleh Universitas Kusuma Husada Surakarta fokus pada penguatan edukasi SDIDTK pada kader Posyandu.

Pentyampaian materi tentang penanganan stunting.
Pentyampaian materi tentang penanganan stunting.

Dibarengi pelatihan tentang penyusunan menu Isi Piringku (program untuk memahami porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi), serta pendampingan manajemen Posyandu.

Hingga hari ini, pihak Universitas Kusuma Husada Surakarta terus melakukan komunikasi dengan kader posyandu.

Tujuannya, melaksanakan monitoring dan evaluasi terkait program pendampingan yang telah diberikan.

“Keberhasilan dalam perolehan hibah ini menunjukkan komitmen dan dedikasi para dosen terhadap pengembangan penelitian di bidang akademik,” terang Aris.

Universitas Kusuma Husada Surakarta berkomitmen mendukung para dosen dalam menyelenggarakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang berdampak pada masyarakat. (ves/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#stunting #klaten selatan #desa kajoran #Universitas Kusuma Husada #pengabdian masyarakat