RADARSOLO.COM-Diabetes Mellitus (DM) lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia).
Penyakit ini masih memiliki angka kejadian yang tinggi, dan trennya terus meningkat setiap tahun.
Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan dan kemampuan pasien DM dalam mengelola penyakit mereka.
Khususnya dalam mengenali dan mendeteksi dini tanda-tanda hiperglikemia dan hipoglikemia.
Penatalaksanaan DM sangat penting untuk mencegah komplikasi akut. Seperti hiperglikemia dan hipoglikemia serta menjaga kualitas hidup pasien.
Ada 5 pilar utama dalam penatalaksanaan DM, yakni pengaturan pola makan, olahraga, pemeriksaan mandiri kadar glukosa darah, terapi medis jika diperlukan, dan pendidikan kesehatan.
Penerapan kelima pilar ini secara optimal memerlukan partisipasi aktif pasien DM, dukungan dari tenaga kesehatan, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Dalam upaya meningkatkan kemampuan self-care pada pasien DM dan masyarakat secara umum, tenaga kesehatan memiliki peran yang sangat penting.
Program Studi S1 Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta (UDB), sebagai lembaga yang mencetak tenaga kesehatan, berkomitmen bersinergi dengan masyarakat sekitar dalam rangka peningkatan derajat kesehatan.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Program Studi S1 Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema Penerapan 5 Pilar Diabetes Mellitus dan Pemeriksaan Kadar Gula Darah.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (15/8/2024) di Posyandu Kenanga 7 Banaran, Grogol, Sukoharjo dipimpin oleh Witriyani, S.Kep., Ns., M.Kep. Melibatkan sejumlah mahasiswa keperawatan.
Acara ini dihadiri kepala desa, bidan desa, 8 kader posyandu, 40 warga masyarakat, serta 4 anggota tim pengabdian masyarakat.
Baca Juga: Bangkitkan UMKM di Pracimantoro Wonogiri, Prodi Teknik Industri UDB Surakarta Turun Gunung
Terdiri dari satu dosen dan tiga mahasiswa keperawatan.
Selama kegiatan, masyarakat diberikan edukasi tentang pencegahan DM dan penerapan lima pilar penatalaksanaan DM.
Pilar-pilar tersebut meliputi pengaturan diet (pola makan), aktivitas fisik (olahraga), kepatuhan minum obat, pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, serta pentingnya edukasi kesehatan.
Tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penerapan lima pilar DM.
Serta pentingnya pengukuran kadar gula darah secara rutin.
Diharapkan, risiko terjadinya komplikasi pada penderita DM dapat diminimalkan, dan pengetahuan masyarakat tentang DM dapat meningkat secara keseluruhan. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono