RADARSOLO.COM-Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta yang dipimpin Imam Setyo Nugroho, M.Pd., baru-baru ini melaksanakan program pendampingan di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
Tim ini beranggotakan kolaborasi lintas fakultas UTP. Melibatkan dosen-dosen dari FKIP, FP, dan FT.
Imam juga mengajak 6 mahasiswa untuk turut serta dalam tim pengabdian ini.
Keikutsertaan mahasiswa merupakan bagian dari program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) sehingga mahasiswa mendaptkan konversi nilai dari program ini.
Pengabdian Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2024.
Program ini bertujuan mendukung regenerasi petani milenial, memperkenalkan digitalisasi pertanian, serta membantu produksi pupuk organik berbasis sumber daya lokal.
Tema kegiatan ini diambil karena data menunjukkan mayoritas petani di Desa Wagir Kidul sudah berusia di atas 35 tahun, dan minat remaja untuk terjun ke dunia pertanian sangat rendah.
“Desa ini menghadapi tantangan besar dalam regenerasi petani dan penerapan teknologi modern di sektor pertanian,” jelas Imam.
“Kami melihat ini sebagai peluang untuk memperkenalkan digitalisasi pertanian guna meningkatkan hasil panen serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi para petani,” lanjutnya.
Program ini menyentuh tiga fokus utama. Pertama, regenerasi petani muda melalui bimbingan karir dan konseling psikologis.
Kedua, memperkenalkan sistem pertanian berbasis teknologi, yang meliputi pengelolaan data kelompok tani menggunakan website dan cloud.
Dan ketiga, kemandirian produksi pupuk organik yang berbasis bahan-bahan lokal guna mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan sulit didapat.
Baca Juga: Jalan Sehat dan Aerobik Puncaki Dies Natalis UTP
Pada Rabu (4/9/2024), tim UTP kembali ke Desa Wagir Kidul untuk melanjutkan kegiatan penyuluhan.
Mereka memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian dan peternakan, serta memandu para petani dalam membangun fasilitas produksi pupuk sederhana.
“Petani di sini kami latih untuk memproduksi pupuk organik sendiri dengan bahan lokal, yang diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan menurunkan ketergantungan pada pupuk kimia,” beber Imam.
Di samping itu, program regenerasi petani milenial dilaksanakan dengan layanan bimbingan karir, untuk membekali para pemuda agar siap menjadi penggerak di sektor pertanian.
Teknologi digital pun diperkenalkan dengan mengajarkan penggunaan sistem manajemen berbasis cloud dan pembuatan website untuk kelompok tani.
Teknologi ini diharapkan bisa memperluas pasar produk pertanian melalui jalur digital.
Agus Setyo, ketua Gapoktan Desa Wagir Kidul, mengapresiasi inisiatif ini.
“Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para ahli,” jelasnya.
“Dengan adanya digitalisasi, kami berharap bisa meningkatkan kualitas pertanian di desa kami dan menarik minat generasi muda untuk kembali bertani,” lanjut Agus.
Dengan pendekatan inovatif ini, program pengabdian masyarakat UTP Surakarta diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan petani di Desa Wagir Kidul. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono