Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Santri Dimsa Sragen Tampil Memukau di Alun-alun, PP Muhammadiyah dan Bupati Beri Apresiasi

Ahmad Khairudin • Minggu, 27 Oktober 2024 | 20:06 WIB
Santri Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) tampil dalam Dimsa Fantastic Show Part VII di Alun-alun Sasono Langen Putro Sabtu (26/10/2024) malam. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Santri Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) tampil dalam Dimsa Fantastic Show Part VII di Alun-alun Sasono Langen Putro Sabtu (26/10/2024) malam. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kreativitas, kesenian dan penampilan yang memukau disuguhkan para santri Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) dalam Dimsa Fantastic Show Part VII di Alun-alun Sasono Langen Putro pada Sabtu (26/10/2024) malam.

Acara tersebut mendapat apresiasi dari ribuan masyarakat Sragen yang turut hadir dan menyaksikan, termasuk dari bupati.

Pertunjukan yang ditampilkan dalam DIMSA Fantastic Show Part VII ini sangat beragam.

Mulai dari hadrah, tilawah, paduan suara, lightning show panggung, folk rapsody yakni fashion show dan koreografi.

Kemudian ada kesenian angklung, drama, tarian tradisional dan melayu.

Selain itu pentas tapak suci, kias korea, choir acapela, tari saman, nasyid, pantomim, dan band.

Komedian Toni Belok Kiri feat Ipul Asia tampil sebagai bintang tamu.

Aksi yang memukau sepanjang pertunjukan menggambarkan bahwa santri Dimsa tidak sekadar belajar ilmu agama Islam.

Namun juga mendalami kesenian karena kesenian juga bagian dari dakwah.

Direktur Ponpes Dimsa Ali Rosyidhi menjelaskan, kesempatan ini menjadi waktu bagi para santri menunjukkan prestasi dalam bidang kesenian.

Ponpes Dimsa sebagai pesantren kader persyarikatan Muhammadiyah, tidak hanya pinter ngaji. Namun juga harus bisa kesenian.

Baca Juga: Puncak Hari Santri Nasional 2024 di Sragen, Santri Diajak Berjihad Menjawab Tantangan Zaman

”Ada ibu bupati, ini politik juga butuh seni. Ini ada pak Bachtiar Kurniawan akademisi, ini juga butuh seni. Maka semua butuh seni. Dan ini adalah panggung dari santri, oleh santri dan untuk santri Dimsa,” ujarnya.

Pihaknya berterima kasih diizinkan menggunakan alun-alun untuk kegiatan para santri.

Target dari Ponpes Dimsa sudah terlampaui dalam hal prestasi, untuk nasional dan internasional.

"Ini ikhtiar dalam menyemai kader, sudah tercapai lebih dari 200 prestasi tahun ini,” imbuhnya.

Ali menambahkan, kader lulusan Ponpes Dimsa sudah berdiaspora ke berbagai lini. Mulai dari akademisi, militer dan sampai politik. Termasuk hari ini bisa berkreasi di bidang kesenian.

Sementara Bupati Sragen Kusdinar Yuni Untung Sukowati menyampaikan apresiasinya dengan acara ini.

Yuni menilai Dimsa yang mengawali kegiatan pentas seni ponpes.

”Silahkan gunakan alun-alun, karena ini milik warga kabupaten Sragen. Buat acara setiap malam Minggu supaya ekonomi terus bergerak,” ujar bupati.

Bupati menyambut baik, para santri yang mampu mengkondisikan panggung dengan baik. Dia meyakini para santri Dimsa bisa menjalankan sesuatu dengan sigap dan profesional.

"Kedepan nanti Presiden berasal dari Sragen, Insyaallah,” ujarnya.

Sementara, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan S.Fil.I, M.AP selaku Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Sragen menjelaskan, dari santri lahir pemimpin wawasan agama dan kebangsaan yang bagus.

”Santri multi tasking, ngaji, bisa diminta jadi bupati juga bisa,” tuturnya.

Bachtiar menuturkan terkadang banyak yang menganggap Muhammadiyah tidak biasa dengan seni kebudayaan.

Namun dengan gelaran ini, membuktikan Muhammadiyah tidak anti seni kebudayaan. Muhammadiyah sangat dekat dan apresiasi seni budaya.

”Dalam islam tidak ada dikotomi antara seni kebudayaan. Ada konsep dakwah kultural, dakwah yang mengapresiasi seni dan kebudayaan,” ujar alumni Ponpes Dimsa ini. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#muhammadiyah #santri #pendidikan #sragen #alun-alun sragen #Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen