RADARSOLO.COM – Institut Seni Indonesia (ISI) Solo mengelar talkshow bertajuk “Toxic Relationship: Saat Cinta Jadi Luka”, Rabu (30/10). Talkshow ini berawal dari keprihatinan akan tingginya angka kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Data Komisioner Komnas Perempuan menyebut, ada 1.334 kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Anggota Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) ISI Solo Devi Nirmala Muthia Sayekti menjelaskan, talkshow ini bagian dari upaya berkelanjutan. Demi terciptanya lingkungan belajar aman dan ramah bagi semua pihak.
“Talkshow ini diharapkan menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Supaya lebih memahami tanda-tanda hubungan beracun, serta langkah konkret dalam mencegah kekerasan seksual,” papar Muthia.
Muthia menambahkan, ISI Solo berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman.
“Peserta didorong lebih mengenali bentuk-bentuk kekerasan, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Sehingga bisa mengambil langkah pencegahan yang diperlukan,” imbuhnya.
Sementaraitu, aktivis kesetaraan gender Kalis Mardiasih dalam talkshow itu memaparkan jenis-jenis kekerasan berbasis gender (KBG) dan KBG online (KBGO).
“KBG mencakup kekerasan fisik, verbal, psikis, hingga kekerasan ekonomi. Serta bagaimana kekerasan ini sering terjadi dalam hubungan personal,” papar Kalis. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto