RADARSOLO.COM- Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar event akbar menyambut Hari Wayang Dunia (HWD) ke-10 pada 1-3 November 2024.
Kali ini, peringatan HWD mengusung tema Wayang Inovatif: Geliat Reka Cipta Wayang untuk Kejayaan Negeri.
HWD kali pertama diselenggarakan pada 2015 sebagai agenda tahunan untuk memperingati wayang sebagai warisan budaya tak benda yang ditetapkan oleh UNESCO.
ISI Surakarta berkomitmen melestarikan dan mengenalkan wayang ke ranah global sebagai warisan budaya yang terus berkembang.
Ketua Umum HWD ke-10 Dr. Sunardi menjelaskan, tema tahun ini terinspirasi tantangan masyarakat era teknologi dan revolusi industri.
“Wayang inovatif menjadi respons terhadap perubahan zaman yang sangat progresif,” terang Sunardi dalam konferensi pers HWD, Kamis (31/10/2024) malam.
“Inovasi dalam seni wayang dapat menjawab kekhawatiran akan punahnya wayang dengan membaca secara kritis apa yang terjadi di jagat raya,” imbuhnya.
Menurut Sunardi, inovasi dalam seni wayang telah dilakukan sejak lama.
Contoh inovasi yang sudah ada meliputi wayang sandosa (berbahasa Indonesia dengan sentuhan sinematografi).
Wayang lingga yoni, wayang terawang, wayang babat Nusantara, hingga animasi wayang.
Sementara itu, acara HWD ke-10 di ISI Surakarta mencakup seminar nasional bertema "Wayang Inovasi" yang akan menghadirkan pembicara ternama.
Antara lain Garin Nugroho, Dr. Bagong Pujiono dan Cong Way Ndut.
Turut digelar ruwatan massal, pameran wayang dengan inovasi baru, serta berbagai kegiatan lainnya.
Pada pembukaan HWD, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan KGPAA Mangkunegara X dijadwalkan hadir.
Dilanjutkan pertunjukan wayang hingga 2 November malam.
Baca Juga: 220 Siswa Antusias Lomba Melukis Payung, Bertemakan Wayang Topeng Dalang Klaten
Acara puncak HWD dimeriahkan lomba melukis dan mewarnai tokoh wayang untuk anak-anak, edukasi wayang, dan penampilan penampil dari Lampung, Yogyakarta, Jawa Timur, Jakarta, serta Jepang.
Pertunjukan wakota (wayang komik tari) juga akan dibawakan oleh anak-anak disabilitas.
Perayaan satu dekade HWD kali ini menandai ketahanan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman modern.
Tema tahun ini juga merupakan rekap perjalanan HWD selama 10 tahun. Mencakup perspektif lintas disiplin dari film, musik, tari, dan media campuran untuk merespon isu-isu kontemporer. (mg1/mg2/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono