Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Grup Riset Water and Region dari Fakultas Teknik UNS Melakukan Digitalisasi dan Spasialisasi Data Irigasi untuk Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Air

Adi Pras • Senin, 4 November 2024 | 15:47 WIB

 

Grup Riset Water and Region dari Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) melakukan pengabdian masyarakat terkait pengelolaan daerah irigasi Sungai Bengawan Solo. (Dokumentasi Pribadi)
Grup Riset Water and Region dari Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) melakukan pengabdian masyarakat terkait pengelolaan daerah irigasi Sungai Bengawan Solo. (Dokumentasi Pribadi)

RADARSOLO.COM – Grup Riset Water and Region dari Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memperkuat pengelolaan daerah irigasi Kewenangan Provinsi di Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam kurun waktu enam bulan. Terdiri dari sosialisasi kepada petani, penelitian terkait perilaku petani dalam praktik irigasi, dan juga digitalisasi data irigasi dalam bentuk data spasial.

Ketua Grup Riset Water and Region FT UNS Ratri Werdiningtyas mengatakan, kegiatan edukasi petani menjadi fokus penting dalam pengabdian ini.

Edukasi diberikan terkait pengelolaan jaringan irigasi, terutama dalam kaitannya dengan alih fungsi lahan irigasi.

”Dengan adanya pemahaman pentingnya pengelolaan irigasi yang baik, petani diharapkan dapat meningkatkan peran serta mereka dalam menjaga fungsi jaringan irigasi. Sehingga mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian mereka dan mencegah alih fungsi lahan yang berpotensi merugikan,” ujar Ratri, Jumat (1/11/2024).

Grup Riset Water and Region dari Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) berdialog dengan Balai PSDA Sungai Bengawan Solo terkait pengelolaan irigasi. (Dokumentasi Pribadi)
Grup Riset Water and Region dari Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (FT UNS) berdialog dengan Balai PSDA Sungai Bengawan Solo terkait pengelolaan irigasi. (Dokumentasi Pribadi)

Dia menjelaskan, tim UNS telah melakukan digitalisasi dan spasialisasi data irigasi pada 49 daerah irigasi yang menjadi kewenangan Provinsi Jawa Tengah di wilayah Sungai Bengawan Solo.

Template peta daerah irigasi dengan kedetailan sampai dengan petak tersier diharapkan dapat menjadi fondasi dalam pembangunan data berbasis spasial dalam pengelolaan daerah irigasi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan air.

”Kami juga melakukan penelitian untuk mencoba memahami fenomena kehilangan air yang memang sangat tinggi dalam sistem-sistem irigasi di Indoensia,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah Debby Triasmoro mengatakan, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada petani. Tapi juga berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan melalui pemahaman perilaku petani.

”Tentunyga juga mendukung usaha Balai PSDA Bengawan Solo dalam melakukan digitalisasi data yang ke depannya dapat terus dikembangkan untuk menguatkan pengelolaan daerah irigasi di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Menurutnya, isu-isu terkait operasionalisasi jaringan irigasi berdampak pada disfungsi atau menurunnya kinerja jaringan irigasi untuk memenuhi tugas utamanya yaitu mengairi sawah.

Kinerja sistem jaringan irigasi yang menurun juga berdampak pada produktivitas pertanian. Sehingga lahan dianggap tidak produktif untuk sektor pertanian dan dialihfungsikan untuk peruntukkan lahan lainnya.

”Pengetahuan dan persepsi petani terhadap kinerja sistem irigasi memainkan peran penting dalam membentuk keputusan mereka mengenai penggunaan lahan pertanian di wilayah pinggiran kota,” tandasnya. (*/adi)

Editor : Adi Pras
#irigasi #universitas sebelas maret #uns #Fakultas Teknik #petani #sungai bengawan solo