RADARSOLO.COM – Program Ormawa Membangun Negeri (POMN) Himpunan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Himakesja) Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar sosialisasi terkait mitigasi bencana tanah longsor di Kabupaten Karanganyar.
Ketua POMN Himakesja Mohammad Lifran Khoiriawan mengatakan, POMN ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait tanggap darurat bencana tanah longsor.
”Selain itu memberi pemahaman kepada masyarakat tentang early warning system (EWS) berbasis teknologi sederhana sebagai pendeteksi dini tanah longsor,” ujarnya, Minggu (3/11/2024).
Dia menambahkan, program ini telah berjalan di Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan dan tiga Dusun di Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo. Beberapa kegiatan yang digelar antara lain sosialisasi tanggap darurat dan pengenalan EWS sederhana.
”Kemudian ada pula pelatihan pembuatan EWS sederhana dan pemasangan EWS sederhana serta safety sign berupa jalur evakuasi, titik kumpul, dan rawan longsor pada area rawan longsor. Terakhir simulasi tanggap darurat bencana tanah longsor,” ujarnya.
POMN Himakesja juga turut serta dalam perwujudan SDGs ke-13. Yaitu penanganan terhadap perubahan iklim. Dimana pemberdayaan kepada warga desa untuk bisa menangani perubahan iklim dengan tanggap dan efektif akan membantu pula dalam perwujudan SDGs poin ke-11 terkait kota dan permukiman warga yang berkelanjutan.
Program ini juga mendapatkan respons dan dukungan positif dari desa. Bahkan BPBD Karanganyar, Dinas Kesehatan Karanganyar, dan FKPB Kerjo memberikan dukungan dalam mengkoordinasi dan pengendalian mitigasi bencana.
”Kami sangat menyambut baik program yang dibawa oleh Tim POMN Himakesja. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga Kecamatan Kerjo. Karena jarang sekali mahasiswa mengabdi di desa dengan ruang lingkup mitigasi bencana,” ujar Camat Kerjo Suwardoyo. (sct/adi)
Editor : Adi Pras