Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pentas Wayang Buddha Gandawyuha, Upaya ISI Surakarta Dukung Wisata Borobudur

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 5 November 2024 | 19:04 WIB
Pergelaran wayang buddha lakon Gandawyuha dalam rangkaian peringatan Hari Wayang Dunia ke-10, Sabtu (2/11/2024).
Pergelaran wayang buddha lakon Gandawyuha dalam rangkaian peringatan Hari Wayang Dunia ke-10, Sabtu (2/11/2024).

RADARSOLO.COM-Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta turut berupaya memperkuat daya tarik objek wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Yakni dengan menyelenggarakan pergelaran wayang buddha lakon Gandawyuha pada Sabtu (2/11/2024) dalam rangkaian peringatan Hari Wayang Dunia ke-10.

Sunardi, ketua tim peneliti mengatakan, pergelaran wayang buddha ini merupakan hasil dari Penelitian Terapan DRTPM tahun 2024.

“Pertunjukan lakon Gandawyuha ini didasarkan pada penelitian berjudul Kreasi Seni Pertunjukan Wayang Buddha Lakon Gandawyuha," lanjutnya.

"Sebagai Pendukung Objek Wisata Candi Borobudur dan Penguatan Moderasi Beragama, yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemendikbudristek,” imbuh Sunardi.

Penelitian ini bertujuan merancang pertunjukan wayang buddha lakon Gandawyuha sebagai daya tarik wisata di Candi Borobudur dan untuk mendukung penguatan moderasi beragama.

Kreasi ini menafsirkan cerita pada relief candi menjadi lakon wayang, dengan Gandawyuha yang mengajarkan nilai harmoni di atas keragaman, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Metode yang diterapkan adalah artistic research, meliputi eksplorasi, perancangan, kreasi, dan presentasi.

Langkah-langkah ini mencakup analisis cerita Gandawyuha pada relief candi Borobudur, perancangan cerita dalam format wayang, serta proses penciptaan boneka wayang, narasi, dialog, dan karawitan pakeliran.

Pada tahap akhir, pentas wayang buddha ini disajikan sebagai pendukung wisata Candi Borobudur dan disebarluaskan melalui kanal publik serta media sosial.

Sunardi menjelaskan bahwa relief Gandawyuha, yang terdiri dari 460 panel, memuat narasi perjalanan tokoh Sudhana dalam pencarian hakikat kehidupan.

Baca Juga: Gelar FGD, ISI Surakarta Serap Masukan dari Mitra untuk Pacu Kemampuan Mahasiswa

Yang diinterpretasi sebagai boneka dan pertunjukan wayang buddha agar lebih mudah dipahami oleh wisatawan dan masyarakat luas.

Selain Sunardi, penelitian ini melibatkan Jaka Rianto dan Katarina Indah Sulastuti, serta bekerja sama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia Kota Surakarta di bawah pimpinan Prof. Sarwanto. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#wayang buddha #isi surakarta #borobudur #pariwisata