Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

All Etno #21: Etnomusikologi ISI Surakarta Bawa Pesan Perdamaian Global dari Lokananta

Fauziah Akmal • Sabtu, 23 November 2024 | 05:17 WIB

 

salah satu penampilan di All Etno #21 di Lokanta Solo, Jumat (22/11).
salah satu penampilan di All Etno #21 di Lokanta Solo, Jumat (22/11).

RADARSOLO.COM – Himpunan Mahasiswa Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali menghadirkan festival musik tahunan bertajuk All Etno #21 di Lokananta Solo, Jumat-Sabtu (21-22/11). Dengan mengusung tema The Sound for Peace, acara ini menjadi panggung kolaborasi seni untuk menyerukan perdamaian melalui musik.

Ketua Panitia All Etno #21 Ananda Tri Ariska menjelaskan bahwa tema perdamaian diangkat sebagai respons atas berbagai konflik yang terjadi, baik di Indonesia maupun dunia.

"Kami prihatin dengan kondisi peperangan yang ada, seperti di Israel-Palestina. Musik, menurut kami, adalah media untuk menyuarakan perdamaian. Dari sini lahir tema The Sound for Peace," ujar Ananda di sela acara, Jumat (21/11).

Tahun ini menjadi istimewa karena All Etno digelar di luar kampus, tepatnya di Lokananta, dengan menyediakan dua panggung. Panggung utama menampilkan delegasi dari berbagai perguruan tinggi seni, sementara panggung kedua memberikan ruang bagi talenta muda dari SMA/SMK di Solo.

Road to All Etno sebenarnya dimulai sejak 27 September dengan rangkaian acara musik di parkiran kampus dan hidangan istimewa di Taman Humardani ISI Surakarta,” imbuh Ananda.

Pembukaan All Etno #21 diisi oleh sajian unik dari delegasi Etnomusikologi ISI Jogjakarta yang menampilkan live coding musik.

Welderahmat, salah satu delegasi, memainkan instrumen laptop dengan pendekatan eksperimental.

“Kami mencoba eksplorasi, bagaimana musisi tampil dalam kondisi tidak nyaman, menggunakan stopwatch sebagai acuan permainan,” jelasnya.

Dosen Etnomusikologi ISI Surakarta Bondan Aji Manggala menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini. Menurutnya, All Etno menjadi wadah strategis untuk membangun jejaring seni.

“Selama 21 tahun, All Etno telah menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan dengan perguruan tinggi seni dan program studi musik di Indonesia. Ini bukan hanya festival, tetapi juga pembelajaran manajemen produksi musik yang memberi banyak peluang bagi mahasiswa,” ungkap Bondan.

Bondan menambahkan bahwa banyak alumni ISI yang kini sukses di industri musik nasional maupun internasional memulai perjalanan mereka melalui All Etno. Bahkan, sejumlah pengelola Lokananta juga merupakan alumni acara ini.

Tak hanya menampilkan pertunjukan musik, All Etno #21 juga menghadirkan workshop kolaborasi bersama SAE Indonesia. Sesi ini membahas strategi promosi musik di media digital dan kreatif dengan menghadirkan narasumber Yani “Yacko” Oktaviana, musisi sekaligus pakar strategi media digital.

“Workshop ini membantu para peserta memahami pentingnya promosi digital dalam karier musik modern,” ujar salah satu peserta, dengan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan.

Dengan pesan perdamaian dan semangat kolaborasi, All Etno #21 tak hanya menjadi perayaan musik, tetapi juga ruang pembelajaran dan pengembangan jejaring seni yang terus relevan di era modern. (zia/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#all etno #isi surakarta #Etnomusikologi