RADARSOLO.COM - Kekayaan seni dan budaya merupakan aset penting bagi kemajuan bangsa. Salah satunya ialah warisan musik tradisional. Studi etnomusikologi memegang peranan penting dalam hal pemajuan dan pelestarian kebudayaan Indonesia.
Hal itu seperti yang terungkap dalam Seminar Nasional Asosiasi Program Studi Etnomusikologi Indonesia (APSEI) di Gedung Teater Kecil Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Sabtu (23/11).
Mengusung tema "Peran Etnomusikologi dalam Perspektif Ke-Indonesia-an di Masa Depan". Acara ini menghadirkan berbagai stakeholder. Mulai dari akademisi, seniman, budayawan, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
"Seminar ini adalah pengembangan dari program APSEI yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh lima perguruan tinggi prodi Etnomusikologi, yaitu ISI Solo, ISI Jogja, IKJ, Universitas Mulawarman, dan USU Medan," ucap Ketua Jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta Aris Setiawan.
Aris mengatakan, seminar ini fokus membahas perspektif etnomusikologi secara lebih luas. Termasuk tantangan yang dihadapi dan langkah-langkah untuk memperkuat keberadaannya di masa depan.
Diskusi ini juga mencakup peran Etnomusikologi terhadap pelestarian kebudayaan Indonesia, serta pengembangan musik tradisional.
"Masalah yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya jumlah program studi Etnomusikologi yang ada. Kami berharap, kedepan akan ada lebih banyak program studi yang membuka ruang untuk mengembangkan disiplin ini," urainya.
Menurutnya, kolaborasi pemikiran menjadi hal penting dalam merumuskan penguatan studi dan pelestarian budaya. Sebab hakikatnya, Etnomusikologi merupakan ilmu yang dapat membaca musik secara holistik sebagai budaya Indonesia.
"Rumusan dari seminar ini dapat menjadi rekomendasi kebijakan, bahwa Etnomusikologi memiliki peran penting dalam membantu pemerintah, khususnya dalam konteks pelestarian musik tradisional," ujarnya.
Lebih lanjut, Aris menyebut, ISI Surakarta juga berkomitmen dalam mencetak lulusan Etnomusikologi yang berkompeten. Pihaknya juga tengah mengembangankan program studi baru, di antaranya bisnis musik, pendidikan musik, serta pascasarjana Etnomusikologi.
"Ini merupakan upaya kami mempertahankan nafas Etnomusikologi agar relate dengan zaman. Yang harapannya, dapat memberi kontribusi nyata dalam konteks perlindungan dan pengembangan musik tradisi di Indonesia," pungkasnya. (ul/nik)
Editor : Niko auglandy