Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bikin Bubuk Daun Kelor Mudah dan Praktis, Mahasiswa STIKES Nasional Ajak Warga Bakipandeyan Cegah Diabetes Melitus

Syahaamah Fikria • Minggu, 24 November 2024 | 04:13 WIB

Mahasiswa Prodi DIII Teknologi Laboratorium Medis STIKES Nasional menggelar penyuluhan kesehatan bersama ibu-ibu PKK Desa Bakipandeyan, Baki, Sukoharjo.
Mahasiswa Prodi DIII Teknologi Laboratorium Medis STIKES Nasional menggelar penyuluhan kesehatan bersama ibu-ibu PKK Desa Bakipandeyan, Baki, Sukoharjo.

RADARSOLO.COM - Dosen beserta mahasiswa Prodi DIII Teknologi Laboratorium Medis STIKES Nasional menggelar penyuluhan kesehatan bersama ibu-ibu PKK Desa Bakipandeyan, Baki, Sukoharjo.

Penyuluhan bertema 'Pemanfaatan Bubuk Daun Kelor untuk Pencegahan Diabetes Melitus (DM) serta Infeksi Jamur dan Bakteri' itu digelar di kantor kelurahan setempat, Jumat (22/11).

Para kader PKK Desa Bakipandeyan mendapatkan paparan tentang 'Bahaya Diabetes Melitus, Gejala, Faktor Resiko dan Cara Penangannya', yang disampaikan oleh dosen.

Dilanjutkan praktik demonstrasi pembuatan bubuk daun kelor oleh Mahasiswa DIII Teknologi Laboratorium Medis STIKES Nasional.

Peserta penyuluhan juga berkesempatan mengikuti tanya jawab terkait masalah kesehatan.

Acara diakhiri dengan sesi medical check up (MCU) gula darah.

Dosen pembimbing Ardy Prian Nirwana mengatakan, diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme kronis.

Ditandai dengan tingginya kadar gula darah, serta disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat defisiensi produksi insulin.

"Indonesia saat ini menduduki peringkat kelima sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak,” kata Ardy.

Menurut dia, diabetes melitus saat ini jadi perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sebab, diabetes merupakan awal mula dari segala penyakit.

Diabetes dapat disebabkan karena kontrol gula darah yang tidak seimbang dan adanya insufisiensi dari hormon insulin.

Selain itu, diabetes melitus khususnya tipe II, pada umumnya disebabkan karena pola makan yang tidak terkontrol. Di mana banyak asupan gula yang masuk dalam tubuh dan kurangnya aktivitas fisik.

Berbagai upaya dilakukan Kemenkes untuk menurunkan diabetes melitus.

Di antaranya dengan mengimbau masyarakat untuk berhenti merokok, mempertahankan berat badan ideal, melakukan aktivitas fisik, konsumsi makanan yang sehat, rutin periksa gula darah, dan mengelola stress.

Praktik demonstrasi pembuatan bubuk daun kelor.
Praktik demonstrasi pembuatan bubuk daun kelor.

Penyuluhan yang digelar DIII Teknologi Laboratorium Medis STIKES Nasional ini juga sebagai upaya memberi edukasi kepada mayarakat akan pentingnya menjaga kadar gula dalam darah.

“Dalam upaya menjaga kadar gula dalam darah, masyarakat dapat memanfaatkan bahan alam, salah satunya yaitu daun kelor," ucap dosen pembimbing lainnya, Dewi Saroh.

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang dapat menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan efektivitas kerja dari hormon insulin, sehingga mampu mencegah terjadinya resistensi insulin.

Pada penyuluhan yang diikuti tiga mahasiswa, yakni Aulia Hapsari, Ezanabila dan Febi Selen, dipraktikkan pembuatan bubuk daun kelor.

Caranya dengan mengeringkan daun kelor secara manual atau dengan bantuan oven.

Selanjutnya daun kelor yang telah kering dapat langsung ditumbuk atau diblender hingga menjadi bubuk.

Bubuk daun kelor dapat dimanfaatkan dalam bentuk berbagai olahan, seperti campuran puding, campuran pembuatan kue, dan lain sebagainya.

Selain dibuat dalam bentuk bubuk, daun kelor juga dapat dimanfaatkan secara langsung dalam bentuk olahan sayur atau diseduh sebagi teh daun kelor.

Dosen pembimbing Dwi Haryatmi menuturkan, manfaat daun kelor sangat banyak.

Selain untuk menurunkan kadar gula darah, manfaat lainnya seperti menangkal radikal bebas, mengurangi peradangan melancarkan pencernaan dan lain sebagainya.

“Daun kelor memiliki banyak senyawa aktif seperti flavonoid, betakaroten, vitamin C. Serta quercetin, merupakan antioksidan yang dapat menurunkan tekanan darah,” terang Dwi Haryatmi.

Sebelumnya, masyarakat banyak menggunakan daun kelor sebagai daun untuk memandikan jenazah.

Harapannya setelah diadakan penyuluhan dari STIKES Nasional, masyarakat mengetahui manfaat daun kelor.

Serta dapat memanfaatkan daun kelor yang telah ditanam di pekarangan rumahnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Penyuluhan tersebut juga mendukung tujuan dari SDGs, yaitu SDGs 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. (*/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Baki #Diabetes Melitus #daun kelor #gula darah #stikes nasional #penyuluhan #sukoharjo