RADARSOLO.COM – Tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Terutama menghadapi masalah perilaku siswa di sekolah. Maka, penguatan aspek pedagogik guru serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, dinilai menjadi kunci dalam mengatasinya.
Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Prih Sasonodadi menjelaskan, pendidikan bukan sekadar kecerdasan akademik. Namun, juga pembentukan perilaku dan karakter siswa.
Menurutnya, perhatian pada aspek pedagogik guru perlu ditingkatkan. Sebagai upaya mendidik karakter siswa secara efektif. Dia mencontohkan fenomena guru yang cenderung membiarkan perilaku siswa yang tidak tertib, karena takut dikriminalisasi.
“Apa yang terjadi sekarang itu lebih pada pembelajaran. Jadi, banyak pembelajaran seperti webinar, seminar, lokakarya, workshop, dan sebagainya,” ungkapnya, Selasa (26/11).
Prih menambahkan, kemampuan pedagogik merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki soerang guru. Nah, aspek ini tidak terasah dengan baik.
“Contohnya yang tadi, ini aspek pedagogik. Bukan aspek pembelajaran. Ini perlu dibenahi. Artinya, yang harus dibenahi itu pendidikan,” papar Prih.
Prih juga mengkritisi dampak Undang-Undang Guru dan Dosen, yang meningkatkan kesejahteraan guru. Namun di sisi lain, justru membatasi ruang mereka untuk mendidik siswa dan mahasiswa secara pedagogik. Dia menilai, sebelumnya guru dan dosen lebih mudah mengawasi anak didiknya karena jam mengajar lebih sedikit.
“Saya pernah mengalami, sebelum menjadi kepala sekolah atau pengawas sekolah seperti sekarang ini. Saya pernah menjadi guru, mengalami 30 jam,” urai Prih.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Solo Sri Wuryanti menyoroti perlunya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi permasalahan anak. Salah satunya bullying atau perundungan.
“Contoh sederhananya, ketika di sekolah tidak boleh merokok. Tetapi di rumah itu bebas. Bahkan ada anak yang mengaku merokok karena faktor keluarga. Itu yang sederhana, apalagi masalah bullying yang cakupannya sangat luas,” bebernya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto