Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pentingnya Figur Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak, Luangkan Waktu Kegiatan Bersama

Damianus Bram • Senin, 9 Desember 2024 | 01:52 WIB
LEBIH DEKAT: Kegiatan ayah bersama anak yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Diri Tesa berkolaborasi dengan PAUD Gajah Mada
LEBIH DEKAT: Kegiatan ayah bersama anak yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Diri Tesa berkolaborasi dengan PAUD Gajah Mada

RADARSOLO.COM - Keterlibatan seorang ayah secara aktif dalam tumbuh kembang anak dinilai mampu memperkuat ikatan emosional yang terjalin antara dua pihak. Termasuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian pada anak.

Kesibukan ayah seringkali membuat hubungan dengan anak tidak lagi intensif bertemu. Kondisi bisa berdampak pada perkembangan psikologis anak.

Sebab itu, meluangkan waktu untuk mendampingi anak di sela kesibukan bekerja perlu dilakukan.

Hal itu langsung diungkapkan Anggarini dari Lembaga Pengembangan Diri Taman Edukasi Sekar Arum (TESA), Kecamatan Ceper, Klaten.

Maka itu, dirinya berharap ayah bisa meluangkan waktunya untuk mendampingi anak di sela-sela kesibukan kerja.

“Selama ini anak lebih banyak bersama dengan ibunya. Mengingat sang ayah sering kali memiliki tugas di luar maupun bekerja. Tapi sebenarnya pendampingan terhadap tumbuh kembang anak menjadi tugas bersama (ayah dan ibu),” ujar Anggarini dari Lembaga Pengembangan Diri Taman Edukasi Sekara Arum (Tesa), Jumat (6/12/2024).

Anggarini mengungkapkan, ayah merupakan cinta pertama dari anaknya. Sedangkan ibu sebagai teman dari anak. Maka dari itu, ayah menjadi figur utama dalam keluarga.

“Kehadiran ayah memang sangat dibutuhkan sekali dalam pembentukan karakter anak. Apabila ayah tidak aktif melakukan pendampingan maka anak akan merasa kehilangan figur. Termasuk rasa percaya diri dan keberaniannya pada diri anak menjadi berkurang,” ujar Anggarini.

Menurut dia, hubungan yang terjalin antara anak dan ibu sudah biasa. Apalagi sering berinteraksi yang berlangsung di rumah.

Berbeda dengan ayah yang sehari-harinya bekerja menjadikan jarang berkomunikasi dengan anak.

Kondisi akan berbeda apabila ayah bekerja dari rumah sehingga tetap bisa membangun interaksi dengan anak secara mendalam.

Tetapi keterlibatan seorang ayah secara aktif dalam tumbuh kembang anak bisa dilakukan melalui berbagai keiatan.

“Sebenarnya banyak kegiatan yang bisa dilakukan antara ayah dengan anak. Terutama life skill yang tidak diajarkan di sekolah. Misalnya menanam tanaman bersama, lalu membuat prakarya hingga berkemah. Bisa berkegiatan membaca buku bersama sehingga membangun literasi,” ujar Anggarini.

Seperti yang dilakukan Lembaga Pengembangan Diri Tesa berkolaborasi dengan PAUD Gajah Mada beberapa waktu lalu yang menggelar kegiatan bersama ayah.

Mulai dari kegiatan menanam pohon, membuat kreasi kaos batik jumputan hingga makan bersama.

“Interaksi juga bisa dibangun saat ayah setelah pulang bekerja. Misalnya menanyakan kepada anak terkait kegiatan di sekolah sehingga bisa meningkatkan engagement. Setidaknya anak menjadi bercerita dan ayahnya menanggapi. Itu sudah menjadi momen tersendiri bagi anaknya,” ujar Anggarini.

Melalui interaksi sederhana itu, menjadikan ayah juga bisa memantau perkembangan anaknya selama tidak bisa mendampingi.

Harapannya bisa menjadi momen kebersamaan yang bisa dirasakan anak atas kehadiran figur ayahnya.

“Mereka yang jarang bertemu dengan ayahnya, pasti anak akan senang sekali bisa berkegiatan bersama. Selain itu, ayah yang tidak biasa mengasuh anak akan termotivasi untuk belajar. Sehingga anak dan ayah akan happy,” ujar Anggarini.

Anggraini berharap sosok ayah bisa membangun quality time bersama anaknya. Apabila ayah aktif dalam melakukan pendampingan tumbuh kembang anak menjadikan karakternya lebih kuat.

“Kehadiran figur ayah ini memang menjadi sosok yang menguatkan (karakter) anak. Sebenarnya juga ada perbedaan ketika pengasuhan didominasi oleh ibu. Tapi kondisinya akan berbeda jika ibunya merupakan sosok strong woman,” tambah Anggarini. (ren/bun)

Editor : Damianus Bram
#pendampingan #ayah #anak #psikologis