RADARSOLO.COM — Menanamkan budaya antikorupsi sejak usia dini dinilai penting sebagai upaya mencetak generasi yang jujur dan amanah.
Hal ini ditunjukkan melalui aksi kreatif siswa SDN Bromantakan yang memanfaatkan halaman sekolah sebagai media untuk menuliskan kata-kata dan jargon antikorupsi menggunakan kapur warna-warni.
Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) ini, beragam pesan disampaikan siswa melalui coretan mereka: Budayakan Antikorupsi, Jangan Pakai Uang Korupsi, Mari Basmi Koruptor Indonesia, Koruptor Masuk Neraka dan beragam pesan lainnya.
"Menggambar untuk memperingati Hari Antikorupsi itu seru. Gambarnya ada tikusnya, karena tikus melambangkan korupsi,” ungkap salah seorang siswa, Uchenna Rachwibaysa Jusephine.
Sementara itu, Kepala SDN Bromantakan Surni Andayani menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi secara sederhana namun bermakna kepada anak-anak.
“Kita mulai dengan hal kecil, seperti membuat kata-kata dan jargon antikorupsi. Ada juga yang menggambar tikus, melambangkan kita siap memberantas korupsi. Ini cara menanamkan kepada mereka agar tidak seperti tikus-tikus yang menggerogoti negara,” ujar Surni.
Dia mengatakan, ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang sadar akan pentingnya memerangi korupsi. Menurutnya, menanamkan budaya antikorupsi sejak dini sangat penting.
“Akhlak itu harus dibentuk sejak kecil. Jika dari awal sudah diajarkan bahwa korupsi itu salah, kita harus jujur, amanah, dan memahami hak serta kewajiban, maka insya Allah mereka kelak menjadi pemimpin yang menjalankan amanah dengan baik,” tandasnya. (zia/bun)
Editor : Niko auglandy