RADARSOLO.COM – Proyek pembangunan SDN Begalon dan SMPN 6 Solo masih berjalan. Kendati demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo optimistis kedua proyek tersebut kelar akhir tahun ini.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo di SDN Begalon, Jalan Srinarendra, Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Selasa (10/12), pembangunan lantai 1 sudah selesai. Sedangkan lantai 2 masih berwujud rangka bangunan.
“SDN Begalon sudah selesai ya, tinggal tahap berikutnya. Tapi memang baru bangunan lantai 1 dulu,” kata Kepala Disdik Kota Solo Dian Rineta.
Data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Solo, proyek ini bersumber dari APBD 2024. Nilai kontrak mencapai Rp 5,86 miliar. Pengerjaan meliputi pembangunan lantai 1, termasuk beton, dinding, jendela, dan pengecatan.
Selama proses pembangunan, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Begalon musafir ke eks SDN Sriwedari. Karena jumlah kelas terbatas, diberlakukan sistem sif pagi dan siang.
“Lantai 2 sementara baru mencakup beton dan atap. SDN Begalon hanya lantai 1, karena anggaran kami terbatas,” imbuh Dian.
Di sisi lain, pembangunan gedung SMPN 6 Solo di Jalan Kapten Mulyadi Nomor 259, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon juga menunjukkan progres signifikan.
“Kalau SMPN 6 insya Allah dalam beberapa hari selesai ya. Bulan ini selesai. Minggu depan sudah selesai,” papar Dian.
Pembangunan SMPN 6 Solo mencakup bangunan gedung tiga lantai, masjid dua lantai, kantin, rumah penjaga, lapangan, halaman, dan pagar. Anggarannya bersumber dari dana hibah Uni Emirat Arab (UEA) 2024, dengan nilai kontrak Rp 19,14 miliar.
Kepala SMPN 6 Solo Agus Siswanto menjelaskan, sejak April lalu menempati eks gedung SMPN 13 di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kepatihan Wetan, Jebres. Penyesuaian dilakukan untuk mengatasi keterbatasan fasilitas yang ada.
“Karena di sini ruangnya terbatas, hanya 16 kelas. Sementara kelas kami dari VII-IX ada 24 rombongan belajar (rombel). Makanya kami belajarnya sif pagi dan siang,” urai Agus.
Mengacu sistem ini, siswa kelas VII dan IX masuk pagi pukul 07.00-11.45. Kemudian siswa kelas VIII masuk siang pukul 12.00-15.15. Akibat pembagian jadwal tersebut, durasi pembelajaran berkurang 10 menit per jam pelajaran.
“Tapi masih dalam taraf pembelajaran yang bisa diikuti para siswa. Jadi dari pagi sampai sore, siswa tidak kehilangan jam pelajaran,” bebernya. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto