Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

UMS Jalin Kerja Sama dengan Bukhara University of Innovation Uzbekistan

Niko auglandy • Rabu, 25 Desember 2024 | 01:59 WIB
BERSINERGI: Suasana pertemuan antara Bukhara University of Innovation dengan UMS di Ruang Sidang Rektorat Gedung Induk Siti Walidah UMS.
BERSINERGI: Suasana pertemuan antara Bukhara University of Innovation dengan UMS di Ruang Sidang Rektorat Gedung Induk Siti Walidah UMS.

RADARSOLO.COM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan perwakilan Bukhara University of Innovation (BUI), Uzbekistan di Ruang Sidang Rektorat, Gedung Induk Siti Walidah, Selasa (24/12).

“Kami siap untuk mengembangkan fakultas kesehatan di Bukhara University of Innovation. Namun, diawali dulu dengan joint research dan joint publication dahulu,” ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, Pengabdian, Publikasi, dan HAKI UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Kerja sama tersebut tak hanya sebatas pada riset dan publikasi. Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UMS Andy Dwi Bayu Bawono menyebut, UMS bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan membuka kelas bersama di BUI.

“Di sana (Uzbekistan) bahasa Inggrisnya masih kurang, sehingga membutuhkan dosen yang mampu mengajar dalam bahasa Inggris,” ujar Andy.

Andy membeberkan, BUI berencana membuka kelas internasional dengan bahasa pengantar bahasa Inggris.

Disinggung mengenai rencana jangka panjang, Andy menyebut BUI berencana membuka fakultas yang berfokus pada bidang kesehatan. Fakultas tersebut nantinya akan menggabungkan program studi kedokteran dan ilmu kesehatan.

“Fokusnya adalah bagaimana kita akan mengembangkan fakultas yang mengarah pada kesehatan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris,” imbuhnya.

Sementara itu Rektor Bukhara University of Innovation Prof. Dr. Roziyeva Dilnoz Isomjonovna mengaku tertarik menjalin kerja sama ini. Menurutnya UMS merupakan salah satu kampus prestisius dengan rumpun studi di bidang kesehatan yang unggul di Indonesia.

“Kami ingin membuka fakultas kesehatan dan membutuhkan pengajar yang dapat mengajar dalam bahasa Inggris,” ujar Roziyeva.

Roziyeva mengaku perguruan tinggi di Uzbekistan tidak memiliki kesempatan dan prestis, selayaknya UMS dan kampus lainnya di Indonesia. Dia memandang kerja sama perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di Uzbekistan.

Roziyeva memandang Muhammadiyah sebagai organisasi dengan kepemilikan laboratorium kesehatan yang banyak.

“Kami sangat senang karena diberi kesempatan untuk mengenal pendidikan kesehatan di kampus-kampus milik Muhammadiyah,” kata Rektor BUI. (*)

 

Editor : Niko auglandy
#kerja sama #uzbekistan #Bukhara University of Innovation #UMS