RADARSOLO.COM – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta resmi mengukuhkan Prof Dr Sugeng Nugroho, SKar, MSn sebagai guru besar dalam bidang ilmu teori pedalangan.
Prosesi pengukuhan berlangsung di Pendapa GPH Djoyokusumo ISI Surakarta, Kamis (23/1/2025).
Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul 'Teori Sanggit dan Garap dalam Paradigma Penciptaan dan Pengkajian Karya Pedalangan', Sugeng menawarkan teori yang dapat diterapkan, baik sebagai metode penciptaan maupun analisis karya pedalangan.
"Sanggit adalah pangkal tolak dari garap, sementara garap adalah implementasi dari sanggit. Sanggit berada pada ranah independensi dalang, sedangkan garap berada pada ranah dependensi antara dalang dan kerabat kerjanya,” jelas Sugeng yang menjabat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat ISI Surakarta.
Teori tersebut telah digeluti Sugeng sejak 2008. Tumbuh atas kegelisahannya terhadap dominasi teori-teori Barat dalam penelitian pedalangan.
Dalam pengukuhan ini, dia juga menampilkan pakeliran padat lakon 'Sumilaking Pedhut Prayasa', yang mengimplementasikan teori Sanggit dan Garap, meski Sugeng telah vakum mendalang selama 14 tahun terakhir.
Sebagai akademisi, Sugeng telah menghasilkan berbagai karya berupa penelitian, artikel ilmiah, dan buku.
Selain itu, dia berperan sebagai editor, penerjemah, reviewer jurnal ilmiah, juri, dan narasumber di berbagai seminar.
Penghargaan dari institusi, pemerintah, hingga Keraton Kasunanan Surakarta pun telah banyak diraihnya.
Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna meyakini Sugeng akan membawa kemajuan bagi ISI Surakarta.
“Berbagai karya dan produk akademik bernilai tinggi akan segera muncul pasca pengukuhan ini,” ujarnya.
Rektor menambahkan, ISI Surakarta rutin menghadirkan guru besar baru sejak 2021.
Bahkan, empat guru besar tambahan telah lolos validasi dan verifikasi pada 2024.
“Ini adalah bukti komitmen kami dalam menjawab krisis guru besar di ISI Surakarta. Seluruh sivitas akademika proaktif mendorong lahirnya lebih banyak lagi guru besar untuk mendukung tumbuhnya iklim keilmuan di kampus ini,” tegasnya.
Dia berharap momentum ini dapat memacu semangat para dosen lain untuk meraih gelar akademik tertinggi.
"Prof Maryono dan Prof Suyoto akan segera menyusul dikukuhkan sebagai guru besar," tandasnya. (zia/nik/ria)
Editor : Syahaamah Fikria