Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pembelaan Yayasan Al Abidin setelah Dituding Tak Transparan dan Adanya Kebijakan Kontroversial

Fauziah Akmal • Jumat, 31 Januari 2025 | 21:30 WIB
Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (Portal) gelar aksi di depan kantor Yayasan Al Abidin Banyuanyar, Banjarsari, Solo.
Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (Portal) gelar aksi di depan kantor Yayasan Al Abidin Banyuanyar, Banjarsari, Solo.

RADARSOLO.COM – Transparansi penggunaan anggaran di Yayasan Al Abidin mendapat sorotan tajam dari Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (Portal).

Portal menggelar aksi menuntut beraudiensi dengan ketua Yayasan Al Abidin.

Namun niatan tersebut tak terwujud. Ketua Yayasan Al Abidin enggan menemui orang tua murid.

Terkait transparansi anggaran, pihak Yayasan Al Abidin Solo buka suara.

Salah satunya, menghentikan program infak Peduli Kawan (Peka) dan Tabungan Sedekah Subuh Keluarga (TSSK) mulai Sabtu (1/2/2025).

Sedangkan terkait penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS), Humas Yayasan Al Abidin Imam Samudro menjelaskan, BOS telah digunakan sesuai peraturan pemerintah.

Misalnya, pembayaran listrik, air, internet, kegiatan asesmen, pemeliharaan sarana prasarana sekolah.

Berikutnya, penyediaan alat multimedia pembelajaran, serta pengembangan perpustakaan dan sumber belajar lainnya.

"Yayasan Al Abidin senantiasa terbuka untuk berdialog dan menerima masukan dari seluruh pihak, termasuk orang tua siswa, guna terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan sekolah,” urai Imam, Jumat (31/1/2025).

“Kami berharap kerja sama yang baik antara yayasan, sekolah, dan orang tua dapat terus terjalin demi kemajuan bersama," lanjut dia.

Selain itu, pihak yayasan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan.

Serta menjamin keamanan dan kenyamanan murid dalam proses pembelajaran.

Baca Juga: Orang Tua Murid Turun ke Jalan Tuntut Transparansi Anggaran, Ketua Yayasan Al Abidin Solo “Ngumpet”

Menyikapi tudingan air minum yang tak layak konsumsi, Imam menyebut, pihaknya telah melakukan uji kualitas air minum agar layak dikonsumsi.

Begitu pula memastikan kendaraan yang tidak layak pakai tak digunakan untuk mendukung kegiatan sekolah.

Dalam upaya peningkatan kualitas tenaga pengajar, Yayasan Al Abidin juga melaksanakan supervisi pembelajaran, ujian kompetensi guru, dan pelatihan rutin setiap pekan.

Terkait Peka dan TSSK, Imam menegaskan, program tersebut bukan bersifat wajib.

“Mulai 1 Februari 2025, kami akan menghentikan Program Peka dan TSSK,” tambahnya.

Yayasan Al Abidin juga telah melakukan berbagai perbaikan. Antara lain peningkatan kualitas makan siang siswa, perbaikan fasilitas sekolah, serta transparansi dalam pengelolaan dana melalui laporan keuangan yang dapat diakses oleh orang tua.

Diketahui, Persatuan Orang Tua Murid Al Abidin (Portal) menggelar aksi di depan kantor Yayasan Al Abidin, Jumat (31/1/2025)

Mereka mempertanyakan transparansi dana Peka dan TSSK.

"Peduli kawan itu ya sedekah. Memang sifatnya itu sunah. Tapi sama Yayasan Al Abidin menjadi wajib. Saya herannya guru sama kepala sekolah itu ditarget," ujar Koordinator Portal Imam Buhairi Santoso.

Imam menganggap kebijakan tersebut aneh, karena adanya penargetan besaran nominal Peka dan TSSK yang harus didapatkan guru.

"Katakanlah Rp50.000, Rp100.000. Ini kan aneh. Guru sudah ditekan dari yayasan bahwa setiap kelas, setiap pagi sedekah subuh itu ditarget," jelasnya.

"Bahkan ada guru aktif yang setelah mengetahui pergerakan Portal mengatakan, 'Saya sangat berterima kasih sama Portal karena saya sudah enggak ditarget'," imbu Imam.

Baca Juga: Pompa Tak Cukup Efektif Atas Banjir di kawasan Sambirejo, Butuh Solusi Permanen

Diungkapkan Imam, Peka seharusnya menjadi tabungan bersama di dalam sekolah.

Bukan dialihkan ke yayasan lain dengan alasan untuk anak yatim.
"Sekarang di Yayasan Al Abidin disuruh sedekah laptop. Kan aneh," tandasnya. (zia/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#transparansi #yayasan al abidin #demo #orang tua murid #program #portal