RADARSOLO.COM - Tranformasi pendidikan profesi guru (PPG) tertentu mendorong akselerasi penuntasan sertifikasi guru. Dari 1,3 juta guru nonsertifikasi di Indonesia, program ini pada 2024 berhasil merealisasikan 600 ribu guru bersertifikasi.
PPG tertentu yang sebelumnya bernama PPG dalam jabatan (Daljab) menjadi langkah percepatan mendapat sertifikasi pendidikan bagi guru.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Imam Sujadi menjelaskan, PPG Daljab yang hanya mengakomodasi 80 ribu peserta se-Indonesia setiap tahun menyebabkan ketimpangan antara jumlah guru pensiun dan guru yang telah menyelesaikan PPG.
"Akhirnya ada yang masuk lagi (bertambah) guru yang belum punya sertifikat pendidik. Artinya tidak akan pernah selesai guru yang dalam jabatan ini," paparnya, Minggu (2/2).
Dia mengatakan, terdapat 1,3 juta guru di Indonesia yang belum mendapat sertifikat pendidik dan akan dituntaskan maksimal dalam tiga tahun.
"Nah, yang dilakukan di tahap 1 kemarin di 2024 itu sudah terealisasi sekitar 600.000 guru. Dan UNS tiga tahap, tahap 1, tahap 2, tahap 3 itu mendapatkan 19.270 mahasiswa," paparnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 98 persen atau 18.952 mahasiswa dinyatakan lulus pada pelepasan PPG Tertentu UNS 2024, kemarin (2/1). Imam mengatakan, beberapa faktor yang menghambat kelulusan, seperti ujian tertulis dan ujian kinerja yang belum terpenuhi
"Mungkin daerahnya jauh, dia tidak bisa upload video pada hari batas akhir, sehingga tidak ada yang bisa dinilai karena berkasnya tidak ada. Itu juga sangat mempengaruhi," jelasnya.
Namun, bagi 318 mahasiswa yang belum lulus berkesempatan mengulang melalui retaker uji kompetensi (UK) PPG pada Februari ini. PPG dilaksanakan dengan 36 SKS. Di mana 27 SKS melalui kinerja dan 9 SKS melalui platform merdeka mengajar (PMM).
"Jadi mereka itu belajar mandiri modul melalui PMM 9 SKS dengan 3 mata kuliah selama 28 hari. Setelah dinyatakan lulus PMM, mereka mengikuti UKPPG kemudian akhirnya lulus," jelasnya.
Melalui PPG, lanjutnya, kompetensi guru akan meningkat dan mendapat sertifikasi pendidik. Sehingga kesejahteraan guru diharapkan ikut meningkat.
"Kalau mereka punya sertifikat pendidik, tentunya nanti mereka akan mendapatkan tunjangan satu kali gaji. Tentunya kesejahteraan mereka akan meningkat meskipun mereka ada di (sekolah) swasta. Dengan gaji menurut yayasannya masing-masing, tapi mereka akan mendapatkan standar," tandasnya. (zia/nik)
Editor : Niko auglandy